Seperti saran “ayah kaya”

sugar

Postingan kali ini kita coba buka kembali memori lama Robert T Kiyosaki, bangunlah asset!

Jangan kecapean
Apapun bisnis anda, kalau uang yang anda hasilkan selalu berasal dari penjualan-penjualan baru (bukan dari pembeli yang sebelumnya telah membeli produk anda/pelanggan) dan hal ini anda pertahankan terus tanpa menciptakan keinginan untuk membeli ulang oleh pembeli sebelumnya maka mungkin anda akan kaya (tidak selalu) tapi anda “capek”. Maka, ciptakanlah repeat order.

Repeat order
Berapapun uang yang anda hasilkan dari bisnis tersebut, apabila bisnis yang anda jalani tersebut belum menciptakan repeat order, maka bisnis anda belum “aman”. Ciptakanlah repeat order dalam bisnis anda yang kemudian akan menjelma menjadi “pipa” asset yang siap mengalirkan penghasilan berkelanjutan. eBook yang anda jual mungkin tidak menghasilkan repeat order pada produk yang sama dan oleh orang yang sama. Untuk menghindari kecapean anda buat system pemasarannya dengan afiliasi. Maka ciptakan ebook baru terbaik anda untuk meciptakan repeat order pada produk lain anda.

Faktor kali
Dalam banner-banner yang saya pasang di blog ini saya selalu menyebut-nyebut membangun asset di sekitar rumah karena asset tersebut telah menghasilkan repeat order yang tinggi. Pada tahap awal, jangan pikirkan berapa omset yang dapat anda ciptakan dalam satu transaksi, tetapi pikirkanlah berapa kali repeat order akan terjadi pada hari berikutnya oleh orang-orang yang sama pada produk anda yang sama pula.

Contoh
Supermarket, minimarket dan sentra retail lainnya di sekitar rumah saya adalah asset-asset saya (tetapi bukan “milik” saya) yang menghasilkan repeat order yang tinggi sehingga dapat mengalirkan penghasilan jutaan rupiah per bulan dengan omset lebih dari satu ton per bulan. Bandingkan dengan jika saya kudu jual produk satu ton pada pembeli-pembeli yang selalu baru karena tidak ada pelanggan….., capek deh….

Lebih baik lagi
Akan tetapi pada tahap selanjutnya anda juga perlu memikirkan untuk menciptakan transaksi yang sangat besar dan berulang kepada pembeli yang sama (pelanggan) sehingga akan membuat anda segera “kaya” dan bebas capek. Hal ini yang sedang saya rintis dalam ekspor produk javasugar.com ke beberapa Negara.

Yuk…, coba share pengalaman anda terkait penjualan produk anda di kolom komentar di bawah ini…

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Related Posts:

sugar

Top incoming search terms for this post

Trackbacks & Pingbacks

No trackbacks/pingbacks yet.

Comments

Yah aku belajar aja deh dari kamu

[Reply]

hade Reply:

@Balisugar,
Mendekatlah kesini anakku…. :-)
Ini teh sunda atau bali? Emailnya kok ada sunda-sundanya…

[Reply]

Buat suwung (soewoeng.com), sebenarnya comment pertama. Tapi sudah di approve berkali-kali gak bisa muncul di sini. Mohon maap bos…, gak tahu apanya yang eror nih… Ada saran?

[Reply]

Wah makasih infonya yang mearik ini..
nggak tahunya sering terjadi pada kehidupan kita sehari ..

[Reply]

hade Reply:

@Diah,
Benar Mbak Diah…, jangan buat jarak antara teori dengan kehidupan sehari-hari…

[Reply]

kalau mendengar namanya R. Kiyosaky saja, aura namanya sudah memberikan aura positif berupa motivasi yang selalu beliau sebarkan melalui buku2nya :)

Salah satunya Buku yang bahas soal Ayah kaya dan ayah Miskin ini :D

[Reply]

hade Reply:

@aribicara,
Benar Mas…, manfaatkan aura positif ini untuk meningkatkan motivasi menjadi yang terbaik dalam bidang kita masing-masing.

[Reply]

wah klo untuk penjualan, saya belum pernah nie mas :D

masih nyoba2 dan praktek MMO kecil2an aja ;)

[Reply]

boleh dicobain nih …

[Reply]

Bisa menjadi motivasi :D

[Reply]

hade Reply:

@Taktiku,
Terima kasih…, semoga bermanfaat.

[Reply]

Saya jadi membayangkan kalo seluruh orang indonesia bekerja dengan sistem seperti itu gmana yah…
Agreat posting mas, salam kenal

[Reply]

hade Reply:

@Ahmadinda,
Wah…, bakalan jadi pengusaha semua Mas….dan produk pasti akan sangat variatif. Pasti tiap hari yang ada hanyalah pengembangan produk untuk memenangi pasar tanpa “mengalahkan” pasar orang lain. Ide brilian nih mas…

[Reply]

aku setuju banget dengan point 1. itu juga yang sedang aku lakukan untuk tokoeasy.com ku :)

[Reply]

hade Reply:

@easy,
Sip bos…, tokoeasy sangat menarik, bisa ditiru … :-)
Suatu saat saya kudu punya nih…

[Reply]

orientasinya result yah..repeat and repeat…mantap

[Reply]

hade Reply:

@Narmadi,
Tapi prosesnya kudu direncanakan dengan baik.
Result yang saya tonjolkan untuk membuat “ngeh” banyak orang tetantang bisnis ini yang dapat menghidupi banyak orang.

[Reply]

Hah..ternyata disini ada bali sugar beneran ya?
wah artikelnya bagus mas
tingkat tinggi
salam kenal ya mas hade

[Reply]

hade Reply:

@Itik Bali,
Sesama Bali dan Sugar kumpul yuk… :-)
Makcih sudah mampir yah…

[Reply]

sangat bermanfaat mas, terutama ttg Repeat order

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Terima kasih neng… :-)
Casual sudah update belum nih…., segera meluncur deh…

[Reply]

saya juga senang buku robert. tapi belum ada hasilnya bro…
salam kenal..

[Reply]

hade Reply:

@supermarket,
Yang penting tahu menggunakan isi buku tsb. Ini tahun ke sekian saya juga baru menghasilkan… :-)
Jangan mentah-mentah pake teori dia…, sekedar memotivasi saja dan lihat kanan kiri saat ini.

[Reply]

bicara tentang robert tentunya ngga lepas dari bisnis.betul ngga bro…

[Reply]

hade Reply:

@davidyes,
Yo-i….
Tepatnya asset sih…..
Yuk bangun asset…, meskipun kecil kalau ada faktor kalinya pasti jadi besar. Mulailah membangun dari sekitar kita…, misalnya dari tempat belanja kita, tempat nongkrong kita, tempat naik ojek kita dll.

[Reply]

Tipsnya oke.. mau dicobain dulu ah..

[Reply]

hade Reply:

@Danta,
Terima kasih mel…, semoga membantu…

[Reply]

tulisan ini bisa menjadi bahan renungan dan juga bisa menjadi motivasi baru bagu saya… makasih kang ..

[Reply]

hade Reply:

@torik,
Sip Kang…, sukses untuk Kang Torik.

[Reply]

Leave a comment

(required)

(required)


KAPAN MAMPIR JAVASECRET.COM LAGI?

CommentLuv Enabled