Sekolah favorit : supaya pintar atau supaya kaya?

sugar

Tulisan saya sebelumnya yang ini adalah salah satu bukti bahwa sekolah formal bukanlah segalanya apabila berorientasi pada uang atau kekayaan. Beberapa minggu ini banyak orang tua sedang mencarikan sekolah buat anaknya untuk mendapatkan pendidikan terbaik sebagai “bekal kehidupannya” dimasa mendatang.

Edisi week end kali ini saya ingin mengajak anda sedikit beropini mengenai fenomena heboh mencari sekolah ini. Pertanyaannya adalah bekal seperti apa sih sebenarnya yang dikehendaki oleh orang tua kepada anaknya sehingga mereka berebut sekolah favorit?

1. Kepandaian untuk mendapatkan pekerjaan.
2. Kepandaian untuk merintis bisnis.

Pilihan hanya boleh satu saja sebagai indikasi kecendurangan tujuan anak-anak sekolah, meskipun pada kenyataannya anda sebagai orang tua menghendaki keduanya dapat diraih sekaligus.

O-ya, saya hanya memberikan dua pilihan seperti di atas karena pada dasarnya sumber keuangan pencari nafkah untuk menghidupi keluarganya hanya ada dua, yaitu “Gaji” sebagai karyawan dan atau “Penghasilan” dari bisnisnya.

Meskipun sudah buru-buru mau liburan week end, silahkan beopini mengenai pendaftaran sekolah saat ini.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Related Posts:

sugar

Top incoming search terms for this post

Trackbacks & Pingbacks

No trackbacks/pingbacks yet.

Comments

bagiku kepandaian untuk merintis bisnis.
karena lebih baik bekerja untuk diri sendiri dari pada untuk orang lain.

tapi, sekolah favorit tidak menjamin itu semua, tapi juga berpengaruh karena lingkungannya baik. hampir gak ada anak yang menyesatkan kalaupun ada masih kalah banyak buat anak yang semangat

[Reply]

hade Reply:

@my blog 4 famouser dot com,
Semakin banyak kesadaran bahwa kepandaian akademik bukan semata untuk membekali diri mencari pekerjaan, tetapi untuk membekali diri membuka pekerjaan bahkan untuk orang lain. Beberapa rekan kita bahkan sudah mulai resign untuk menekuni bisnis pribadinya yang ia rintis dari nol selama menjadi kerayan.

Sekolah formil rasanya tidak menyediakan fasilitas ini lebih mendalam, kalau toh ada sangat dangkal.

[Reply]

sekolah fav biasanya didominasi oleh org kaya, terkadang mutu pendidikannya sama aja spt sekolah yg lain.

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Benar Mbak Cutie.
Bahkan sekolah favorit swasta banyak yang mengeluhkannya karena ternyata setiap bulan selalu ada dana tambahan untuk sekolah anaknya.

Berita miring saya dapat beberapa hari yang lalu, bahwa memasuki liburan ini ada sekolah (favorit swasta, cukup mahal untuk kalangan menengah ke bawah) yang minta orang tua muridnya untuk “membiayai liburan” anak sang guru. Untung bukan sekolah negeri tuh….

[Reply]

lg nyusun buka apa Mas Hade??? wah…kirimin 1 donk, sekalian buat promosi, hehehe..

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Lagi nyusun buku dan produk offline.
Kirim? Boleh…, nanti kalau sudah launching yah…

Jumat minggu depan kudu presentasi pra launching buku pertama saya di sebuah perusahaan besar di Jakarta (karena buku terkait dengan produk perusahaan tersebut). Doain yah…

[Reply]

KumpulNet Reply:

@hade, wah mantap nih ada buku + produk offline, apakah step by stepnya mudah diterapkan oleh pembaca?

[Reply]

hade Reply:

@KumpulNet,
Buku akan membahas cara teknis menjalaninya, jadi semoa lebih mudah dipahami.

[Reply]

“Kepandaian untuk merintis bisnis”….. Kl saya kok lebih ‘sreg’ dg yg ini mas. biasanya sekolah yg punya target sprti itu sangat mementingkan pembentukan karakter, mental attitude, creativity building, life skill dkk. Kebayang betapa dahsyatnya bangsa ini kl memiliki generasi ky gt, bukan generasi bermental tempe yg tidak mau berbuat/berkarya/beramal kl tidak disuruh atasan.

Sukses untuk bisnis anda

[Reply]

hade Reply:

@Ahmad,
Dan sekolah yang mempunyai “fitur” spt itu biasanya swasta Kang…, cukup mahal biayanya. Gak masalah sih…, toh “terbayar” dengan kualitas lulusannya. Saya yakin pasti siap tempur di dunia bisnis dengan kurikulum yang memadai…

[Reply]

sekolah favorit tentu ada untungnya, disampaing pendidikan yang “katanya” lebih oke, tentu saja kemungkinan mendapat koneksi orang-orang berada akan semakin terbuka. itu menurut saya sih hehe

[Reply]

hade Reply:

@Ferry Prima,
Persis Mas…, cocok buat yang merintis bisnis dong sebenarnya yah…, mempunyai koneksi beberapa orang yang ada akses dalam bidang tertentu.

[Reply]

wah pendaftaran ke sekolah fav?? emang syussaah juga kalo nilai si anak pas2an, mungkin gak diterima.
kebiasaan org indo, anak2nya dimasukin ke sekolah fav tentu ada beberapa motif/tujuan dibalik itu, mungkin salah satunya untuk prestise.
kalo saya pribadi sih, pengennya bagaimana caranya supaya uang bisa bekerja buat kita, jadi gak repot2 mikir sekolah fav:D

[Reply]

hade Reply:

@MIke,
Hehe…, tapi anaknya mau disekolahin dimana Mike…, mosok suruh cari uang ajah…

Kalau sudah nyangkut gengsi, prestise memang susah ya Kang.

[Reply]

dskolahkan ke skul fav supaya bsa jadi orang kaya yg pandai…
Hahahahahaha…

[Reply]

hade Reply:

@Ardy Pratama,
Maunya sih….

[Reply]

berita miring itu memang benar lho…dulu, jamannya SMU, siswa dibebankan biaya wisata para guru, jd para guru gratisan semua. sekarang malah dimasukin anggota keluarganya. ko ga mikir ya, buat biaya bulanan sekolah aja bagi sebagian orang sangat mahal.

wah bener nih…..gratisan???!!!???

[Reply]

Leave a comment

(required)

(required)


KAPAN MAMPIR JAVASECRET.COM LAGI?

CommentLuv Enabled