Konsep head hunter, puncak karir & gaji tinggi

Posted in Head Hunter on August 25th, 2009

Konsep head hunter sebenarnya sangat bagus untuk pengembangan karir seseorang bukan hanya dalam hal peningkatan pendapatan (gaji) tetapi juga eksplorasi potensi pegawai ybs. Ketika seseorang telah mencapai suatu level pangkat tertentu, sebagai atasan segeralah ia dilepas ketika ada tawaran pekerjaan yang lebih baik dalam hal pangkat, gaji dan pengembangan karirnya apabila mutasinya masih dalam satu perusahaan atau satu group perusahaan.

Tidak ada uang perusahan yang hilang dengan perpindahan (mutasi) pegawai tersebut justru sebaliknya kinerja perusahaan/group akan menjadi lebih baik.

Sebagai atasan jangan-jangan anda berdosa
Jangan sampai anda (sebagai atasan) menahan seseorang pada posisi (kepangkatan) sekarang cuma karena anda hanya percaya kepada orang tersebut dalam meng-handle suatu pekerjaan. Kenapa? Karena pegawai tersebut butuh pengembangan diri, pekerjaan lebih menantang, karir lebih tinggi, gaji lebih besar dan terpenting adalah butuh “mata kuliah” baru dalam “kampus pekerjaan” ini.

Jangan sampai anda berdosa gara-gara menjadi penghambat orang-orang yang mempunyai potensi besar untuk “belajar” di kampus-kampus dunia kerja karena anda tidak pernah melepas pegawai tsb untuk pindah ke bagian atau perusahaan lain hanya karena anda membutuhkan dia. Jangan pula anda memindahkan seseorang ke bagian atau perusahaan baru tanpa alasan renumerasi yang kuat gara-gara kompetensi ybs di bawah rata-rata, karena pada hakekatnya tugas anda adalah mengurangi gap competency ybs sehingga menjadi lebih pintar dan dapat bersaing dalam kampus-kampus dunia kerja.

Learning center
Jadi siapapun anda (atasan atau bawahan), mari jalani dunia kerja ini dengan “konsep belajar” berbasis kompetensi. Pintarkan diri anda dan bawahan anda sehingga perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya dalam segala bidang. Kompetensi pegawai yang rendah adalah indikator buruknya management human resource dan learning center perusahaan anda. Kalau anda terlibat pada salah satu atau keduanya, kini saatnya untuk membuat mereka pandai sehingga semua indikator KPI perusahaan “hijau”. Dan ketika mereka sudah pintar, jangan ragu-ragu untuk meloloskan surat usulan mutasi ybs ke bagian/atau perusahaan lain dalam satu group perusahaan anda karena ia mau belajar dengan mata kuliah yang lebih kompleks.

Pertanyaannya, kalau ybs berkeinginan pindah perusahaan di luar group perusahaan, apakah anda akan meloloskan keinginannya? Mungkin anda berhitung biaya yang telah anda keluarkan untuk membuat ia “pintar”. Mungkin anda menghitung-hitung jasa-jasa perusahaan dalam kepintaran ybs. Padahal konsep awalnya adalah ia ingin belajar lebih tinggi lagi, bukan karena motivasi gaji dan materi.

Jadi, head hunter tidak selalu terkait dengan gaji dan karir, tetapi proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Related Posts:

Tags: , , , ,
This post is under “Head Hunter” and has 7 respond so far.
If you enjoy this article, make sure you subscribe to my RSS Feed.

Top incoming search terms for this post

7 Responds so far- Add one»

  1. 1. my blog 4 famouser dot com Said:

    bener banget pak.
    tantangan membuat kita semakin maju

    [Reply]

    hade Reply:

    @my blog 4 famouser dot com,
    Salah satu tantangan adalah stressing, atau kalau Klotter nyebutnya sense of urgency. Manage your stress!

    [Reply]

  2. 2. Zippy Said:

    Kayak’x lom bisa mengenal jauh yang nama’x head hunter…
    Maklum, masih kul, hehehe….
    Tapi lumayan bwt prospek kedepannya nih, nambah2 ilmu, hehehe…
    Thx!

    [Reply]

    hade Reply:

    @Zippy,
    Belajar yang baik Mas…, aktifkan diri disetiap kegiatan. Banyak orang nyesel karena masa kuliahnya gak aktif di Kampus.
    Selamat belajar, sama spt saya juga sdg belajar di dunia kerja!

    [Reply]

  3. 3. made gelgel Said:

    betul tuh jadi atasan jangan seenaknya aja sama bawahan

    [Reply]

    hade Reply:

    @made gelgel,
    Hihi…, emang atasan sampeyan gimana Mas…, nyesekin ati?
    Semua ada balasannya mas…, Tuhan sudah menghitung sedari ‘kemarin dulu’, “nanti” kita lihat rekapitulasinya di sana…

    [Reply]

Post a reply



CommentLuv Enabled