Inilah pertimbangan resign untuk jadi pengusaha!

Posted in Business, Cara menjadi kaya on September 15th, 2009

Dulu, ketika masih aktif di bisnis networking saya selalu berpegang teguh pada doktrin yang saya terima dari para upline, yaitu “selesaikan apa yang sudah anda mulai”. Mungkin doktrin ini dilatarbelakangi oleh Vince Lombardi, pelatih sepak bola Amerika Serikat yang pernah mengatakan :

“Winners never quit and quitters never win”

Pemenang tidak pernah berhenti mencoba, dan pecundang (mereka yang berhenti mencoba) tidak pernah menjadi pemenang.

Doktrin ini demikian kuat sehingga pelaku bisnis networking yang serius pasti berhasil (meski untuk beberapa waktu, termasuk saya, berhasil “kaya” untuk beberapa waktu saja) karena “rela” berpegang teguh pada doktrin di atas dengan mengorbankan beberapa hal yang tidak berani dikorbankan oleh “pecundang”.

Ada seorang tetangga yang datang ke rumah menangis karena tidak diberi uang belanja beberapa hari oleh suaminya karena uang tersebut digunakan untuk keperluan tutup poin (aktivitas belanja minimal sebagai syarat menerima bonus, yang kadang bonus yang diterima jauh lebih kecil dibanding nilai uang yang dibelanjakan). Saya bersyukur hal ini tidak terjadi pada network saya pada waktu itu.

Karyawan
Sebagai karyawan apakah anda juga memegang doktrin di atas? Jangan buru-buru menjawab “tidak” atau “ya”, tapi coba deh pikirkan dengan matang dan bijaksana. Bisa jadi mulut anda berkata “tidak” tetapi bawah sadar anda berteriak “ya”, atau sebaliknya. Apapun jawaban anda, yang terpenting adalah selaraskan antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar anda sehingga anda dapat mencapai tujuan maksimal dalam berkarir maupun dalam mencapai kebahagiaan hidup.

Ketidak bahagiaan dalam menjalankan pekerjaan, malas, karir tak kunjung meningkat, kerja tim yang tidak solid sering menjadi pertanda adanya ketidak sesuaian (ketidakselarasan) antara pikiran sadar dan bawah sadar anda. Ambil cuti dan menyendiri, berlibur dengan keluarga, atau memanfaatkan moment lebaran ini bisa menjaid alternatif untuk menyelearaskan pikiran sadar dan bawah sadar anda. Bertemu dengan keberhasilan saudara-saudara anda dikampung boleh jadi menyadarkan anda akan pencapaian tujuan hidup, sehinga penyelarasan pikiran (sadar & bawah sadar) menjadi lebih mudah.

Take action!
Apabila sudah ditemukan jawabannya, segera ambil tindakan, sekalipun harus resign dari kantor anda. Pendapatan yang lebih rendah dari pekerjaan sebelumnya sering menjadi hal yang justru memicu sisi kreatif anda untuk penggunaan maksimal kemampuan anda (stressing). Terpenting, beranikan diri anda setiap saat, setiap hari untuk dapat mengambil keputusan yang berani, untuk menjemput tujuan hidup impian anda. Tidak bisa tidak, susunlah goal setting dan roadmapnya, kemudian bertindaklah, sekalipun harus jadi pengusaha besar! Ingat, tidak selalu butuh uang banyak untuk mendapatkan uang sangat banyak!

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Related Posts:

Tags: , , , , ,
This post is under “Business, Cara menjadi kaya” and has 7 respond so far.
If you enjoy this article, make sure you subscribe to my RSS Feed.

Top incoming search terms for this post

7 Responds so far- Add one»

  1. 1. zee Said:

    Prinsipnya boleh juga ya.
    Kalo saya mottonya : Uang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya butuh uang, hehehee………

    [Reply]

    hade Reply:

    @zee,
    Sip!
    Beresi dulu keuangan untuk mendukung semua kegiatan lain!

    [Reply]

  2. 2. fashion and style Said:

    wah susah juga ya jadi pengusaha……..ck ck ck

    [Reply]

    hade Reply:

    @fashion and style,
    Tapi bisa kan.
    Mbak Cuti bukannya jadi pengusaha blog?

    [Reply]

  3. 3. lombok island Said:

    hidup pengusaha. harus maju terus pantang mundur

    [Reply]

    hade Reply:

    @lombok island,
    Hihi…., pengusaha blog spt mbak Cutie…

    [Reply]

Post a reply



CommentLuv Enabled