Inilah asset paling berharga dalam bisnis menjadi supplier supermarket
Kalau anda pernah menjalankan bisnis MLM dengan serius pasti tahu bahwa asset terbesar dalam bisnis tersebut yang dimiliki oleh distributor sebenarnya adalah jaringan distributor aktif yang ada di bawahnya, yaitu downline. Tidak heran orang sering mengklaim bahwa bisnis tersebut adalah bisnis “memanfaatkan” downline. Sisi awam pasti akan mengamini statement tersebut, tetapi kalau dipelajari lebih dalam akan menemukan “ruh” yang berbeda dengan pandangan awal.
OK, apa hubungannya dengan bisnis menjadi supplier supermarket? Apakah bisnis ini juga bisnis pemanfaatan downline?
No..no…, bukan sama sekali. Bisnis menjadi supplier supermarket adalah murni bisnis pribadi untuk kepentingan pribadi. Anda tidak berhubungan sama sekali dengan upline dalam sistem referral karena anda hanya berkepentingan dengan supermarket dan produk yang anda pasarkan. Selebihnya tidak ada!
Nah, kalau di bisnis MLM asset terbesarnya adalah downline aktif, maka dalam bisnis menjadi supplier supermarket asset terbesar yang sebenarnya dimiliki dan seolah tidak ada harganya adalah hubungan baik dengan rekanan supermarket. Semakin banyak rekanan supermarket, maka akan berbanding lurus dengan besarnya keuntungan/laba yang akan anda peroleh dalam bisnis tersebut. Tentu terdapat beberapa variable yang mempengaruhi formula tersebut.
Ini berarti bahwa semkain banyak rekanan supermarket yang anda miliki akan semakin besar pula keuntungan yang akan anda dapatkan dalam bisnis menjadi supplier supermarket ini.
Pertanyaanya adalah, bagaimana kalau di wilayah anda hanya terdapat sedikit supermarket? Apakah dalam kondisi tersebut bisnis menjadi supplier supermarket masih dapat diharapkan untuk mendatangkan keuntungan besar?
Pertanyaan ini akan saya bahas dalam artikel selanjutnya.
February 25th, 2010 at 3:56 pm
wah.. justru semakin sedikit supermarket, semakin baik donk. ada kesempatan bagi kita untuk monopoli. asik kan
[Reply]