Inilah 6 cara melakukan migrasi dari pola pikir miskin ke pola pikir kaya!

sugar

Apabila anda termasuk kategori tipe [1] dan tipe [2] sesuai artikel ini, dan berminat untuk melakukan migrasi ke tipe [3], artikel ini akan mencoba membantu anda. Mungkin tidak selengkap di paket modul Javaformula, tetapi saya berharap postingan kali ini dapat sedikit membantu anda memiliki pola pikir kaya.

Perbedaan tipe [1] dan tipe [2] hampir tidak ada kecuali besarnya penghasilan mereka sehingga sisi konsumtif mereka juga berbeda. Keduanya sama-sama kurang produktif dan kurang terencana. Terus bagaimana caranya menjadi produktif, hidup terencana dan memiliki tabungan, investasi & asuransi?

1. Ciptakan Kebutuhan Baru.

Bagaimana mungkin cashflow “mepet” justru diminta membuat kebutuhan baru?
Tunggu dulu, kebutuhan baru disini bukanlah pengeluaran uang konsumtif, tetapi kebutuhan yang bersifat investatif dan tabungan. Targetkan dalam diri anda untuk menabung setiap bulan yang jumlahnya selalu meningkat. Misalnya bulan ini menabung 100rb, maka bulan depan kudu menabung 200rb, demikian seterusnya dan lihatlah apa yang akan terjadi pada perilaku anda dalam hal uang. Beberapa kesaksian yang saya terima, hal pertama yang ia lakukan biasanya adalah menggunting credit card.

2. Identifikasikan hutang anda.

Catat satu persatu hutang anda. Identifikasikan dan kumpulkan menjadi dua bagian, yaitu hutang yang boleh (investatif) dan hutang yang tidak boleh (konsumtif). Pikirkan apa yang akan anda lakukan terhadap dua jenis hutang ini, apakah akan anda perbanyak atau akan anda kurangi, terutama hutang yang konsumtif. Hitung juga credit card anda dan pikirkan hal yang sama, apa yang akan anda lakukan. Kalau sudah anda lakukan, kemudian pikirkan dua hal ini dan ambil keputusan dan action : (a) Cicilan credit card yang meningkat (b) Cicilan sebuah rumah baru (rumah ke-2, ke-3). Kalau belum dapat mengambil keputusan, silahkan baca ulang poin no.1 di atas.

3. Habiskan gaji anda.

Mungkin ini saran yang kedengaranya konyol, tetapi dengan cara inilah anda akan melakukan migrasi ke tipe [3]. Saya telah melakukannya beberapa bulan yang lalu dan saat ini sedang melakukan recovery atas perlakuan tersebut. Setiap bulan gaji harus habis sehingga anda terus terjaga untuk mencari penggantinya. Yang terpenting adalah, kemana anda menghabiskan gaji anda tersebut, ke sisi konsumtif atau sisi produktif. Salah satu contohnya adalah dengan menabung seperti cara pada poin 1 di atas.

4. Ganggulah cashflow anda.

Apabila gaji anda sudah habis tetapi cashflow bulanan anda belum juga terganggu, maka anda belum melakukannya dengan benar. Kalau hal ini yang anda alami, maka ganggulah cashflow anda lebih agresif. Anda tidak akan berhasil melakukan migrasi ke tipe [3] dengan sempurna apabila cashflow anda belum pernah terganggu. Inilah yang saya sebut sebagai “puasa uang”. Bagimana caranya mengganggu casflow dan apa untungnya? => Saya akan bahas khusus pada postingan selanjutnya.

5. Pikirkan yang sudah anda miliki.

Pikirkanlah semua yang telah anda miliki saat ini, bukan sebaliknya memikirkan apa yang belum anda miliki. Catat apapun yang anda miliki dan hadirkan dalam setiap doa anda. Target utama pada sesi ini adalah untuk menumbuhkan rasa syukur anda sehingga bawah sadar anda akan berpikir untuk mencari syukur-syukur lain yang dapat digali. Tangkaplah ide yang muncul dan segera melakukan tindakan (action). Apabila anda tidak dapat langsung melakukan action, catatlah pada media pencatat yang sering anda lihat, misalnya buku catatan, hp, komunikator, laptop dan lain-lain.

6. Geladi Resik & Berdoalah.

Doa ini harus berisi geladi resik atas semua kegiatan yang akan dilakukan esok hari. Doa dalam kategori ini tidak cukup hanya lima – sepuluh menit karena aktifitas anda esok hari sangat banyk. Petakan dengan baik dalam pikiran anda. Biasakan untuk menggunakan mind map dalam aktifitas diri anda sehingga akan lebih mudah dalam melakukan doa kategori ini, yaitu doa geladi resik.

Demikian, mari kita berdiskusi di kolom komentar, sebelum masuk ke materi selanjutnya mengenai “Bagimana caranya menggoyang casflow bulanan dan apa manfaatnya?”

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Related Posts:

sugar

Top incoming search terms for this post

Trackbacks & Pingbacks

No trackbacks/pingbacks yet.

Comments

mungkin ini sangat cocok untuk saya baca kalau saya sudah kerja.. hehehe…

[Reply]

hade Reply:

Hahah…., kalau belajar nya sekarang justru nanti tinggal lari mas…
Pola pikir kaya harus dimiliki oleh siapa saja tanpa batasan status pekerjaan.

[Reply]

tertarik nih dg bisnis jilbabnya, sayangnya nggak ada penjelasan detail yg bisa dijadikan rujukan.

[Reply]

hade Reply:

Benar mas…, sedang disapkan foto-fotonya. Cuam karena keburu di pasang bannernya jadi banyak yang nanya… :-)
Tunggu dalam bulan ini mas…, anggap ini prelanuching .. :-)

[Reply]

Ensept Reply:

klo gitu kasih kabar ya klo sudah dilaunching

[Reply]

hade Reply:

Sip Mas…, sedang disiapkan foto-fotonya. Produk ini juga sedang dalam penjajagan masuk jalur distribusi Supplier Javasugar.com
O-ya, sebagai update aja mas, member Javasugar.com minggu ini ekspor gula jawa ke Taiwan. Ekspor perdana sebanyak 1 ton gula jawa dari Javasugar.com. Berikutnya Gula jahe akan kita ekspor juga ke dua negara lainnya.

[Reply]

tul.. doa jangan lupa

[Reply]

hade Reply:

Ilmu kudu kayaknya yah… :-)

[Reply]

wah bener juga yah, kayanya musti berani miskin juga baru semangat mau mikir kaya :mrgreen:

[Reply]

Saya mungkin menangkapnya begini : kalau kita cermati ini membuat satu “tekanan” agar kita bisa produktif dengan cara meningkatkan produktifitas kita. Ini dari sisi peningkatan produktifitas, walaupun menurut saya metode ini agak ekstrem karena kurang melihat bahwa peningkatan produktifitas dengan menciptakan sumber – sumber pendapatan baru ataupun dengan investasi baru juga bukan pekerjaan yang mudah.

Saran saya peningkatan produktifitas dengan menciptakan sumber-sumber pendapatan baru dan investasi baru itu bagus, namun harus juga diimbangi dengan pola hidup hemat. dan jadikan penghematan itu sebagai investasi kita. Intinya menurut saya, hidup hemat, produktif dan investatif.
==============
Salam sukses. and ACTION!!!

[Reply]

Menurut saya peningkatan produktifitas dengan cara “menekan” supaya kita lebih produktif sangat bagus karena lebih memacu produktifitas kita, namun juga harus diimbangi dengan pola hidup hemat. Sehingga hasil penghematan itu bisa dijadikan sumber investasi. Intinya pola hidup hemat, produktif dan investatif.

===================
Salam sukses. Keep ACTION!!!

[Reply]

hade Reply:

SUGIANA :
Saya mungkin menangkapnya begini : kalau kita cermati ini membuat satu “tekanan” agar kita bisa produktif dengan cara meningkatkan produktifitas kita. Ini dari sisi peningkatan produktifitas, walaupun menurut saya metode ini agak ekstrem karena kurang melihat bahwa peningkatan produktifitas dengan menciptakan sumber – sumber pendapatan baru ataupun dengan investasi baru juga bukan pekerjaan yang mudah.

Saran saya peningkatan produktifitas dengan menciptakan sumber-sumber pendapatan baru dan investasi baru itu bagus, namun harus juga diimbangi dengan pola hidup hemat. dan jadikan penghematan itu sebagai investasi kita. Intinya menurut saya, hidup hemat, produktif dan investatif.
==============
Salam sukses. and ACTION!!!

hade :
Salut! Sudah “klik” benar nih Mas Sugiana.
Peningkatan produktifitas dengan cara “stressing” ini sangat efektif untuk segera melakukan action dan keluar dari zona kenyamanan. Saya dan beberapa rekanan yang saya minta testimoninya sudah praktekkan dan hasilnya yang paling banyak saat ini adalah “gunting credit card”. ini adalah awal yang baik untuk sebuah perubahan pada perilaku.

Penghematan menjadi satu paket dalam proses migrasi ini mas…, jadi tidak dapat dipisahkan. Benar yang anda sampaikan.
—————

KOK HARI INI ERROR YA…, comment yang di approve gak muncul. Apakah ini virus?

[Reply]

Mas Hade Info yang sangat menarik dan sangat bermanfaat, Tips2 nya penuh motivasi untuk menjadi sukses.
Terima kasih Mas, sukses buat Mas Hade.

[Reply]

hade Reply:

Terima kasih Mas Iwan…, semoga bermanfaat buat anda.

[Reply]

Mohon maaf kepada:

1. Mas SUGIANA (http://info-peluang-bisnis-internet.blogspot.com)

2. Gdenarayana (http://www.gdenarayana.com)

Comment anda tidak tahu kenapa tidak dapat tampil di kolom ini. Comment Mas SUGIANA spt saya tampilkan di atas, sedangkan comment gdenarayana adalah sbb : wah bener juga yah, kayanya musti berani miskin juga baru semangat mau mikir kaya :mrgreen:

Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih.

[Reply]

Tipsnya bagus.
Kalau tidak salah saya pernah membaca yang sejenis di buku RICH DAD POOR DAD. Bener ngga mas?

[Reply]

hade Reply:

Terima kasih Mas…
Bukan Mas…, RICH DAD POOR DAD saya pernah baca tetapi rasanya tdk ada tips yg spt ini.

Saya sebenarnya justru lebih banyak belajar dari bukunya Napoleon Hill…, banyak pemikiran dia yang dapat dikembangkan.

Tips di atas mungkin kumpulan dari banyak refferensi dan prosentasi terbesar adalah pengalaman pribadi, terutama “puasa uang” dan “goyang cashflow”.

Makasih Mas…, saya jadi membuka memori dari bacaan RICH DAD POOR DAD…..

[Reply]

wah hebat semuanya berlomba-lomba cepet kaya yah
mau dunk
byme

[Reply]

hade Reply:

Hii..hii…, saya juga mau….
Kaya kalau bermanfaat buat banyak orang lebih baik dari yang miskin tapi nyusahin orang banyak.

[Reply]

saya malah jadi bingung dengan ke enam pola tsbt….
mungkin karena gaya selama ini landai-landai saja…
saya juga belum punya gaji bulanan bagaimana mau menghabiskannya? apa lagi kartu kredit…, kalau guntingnya sudah punya Mas.

[Reply]

hade Reply:

Sementara “simpen” dulu aja mas tips ini. Hal sepele kadang justru membuat orang bingung kalau belum “klik” dengan artikel senada, apalagi kalau memang konsentrasi selama ini tidak fokus pada bahasan diatas.
Nanti kalau sudah “ngeh” simpenannya dibuka lagi ya mas…, atau mbalik ke blog ini lagi utk baca artikel diatas… :-)

Btw, makasih mas…, ini adalah kritik buat saya bahwa ternyata cara menyampaikan tips saya belum dapat menjangkau semua pembaca. Saya akan lebih hati-hati dan menyesuaikan gaya penulisan.

Nulis di Blog memang beda dengan nulis untuk koran. Kalau di koran pembaca yang kudu menyesuaikan dengan gaya nulis saya, tetapi ternyata kalau nulis di Blog saya yang kudu menyesuaikan dengan pembacanya. Terima kasih kritiknya Kang Munawar.

[Reply]

Saya sendiri telah beberapa kali mengalami keterpojokan. Namun pada saat itulah kemampuan terbaik saya muncul. hal yang tak terduga yang mungkin mustahil saya lakukan bila keadaan normal. Keberanian, berpikir liar dan menemukan solusi terbaik.

[Reply]

hade Reply:

Persi Zam…, kondisi seperti itulah yang harus BISA kita ualng-ulang. Saya memberi beberapa tips diatas untuk menciptakan kondisi spt yang pernah anda alami. Di javaformula.com saya share lengkap, khusus untuk mencapai kondisi ekonomi terbaik.

Saya senang kalau ada yang klik dengan artikel saya yang mungkin ‘aneh’ untuk beberpa orang.

[Reply]

wah bagus sih.. tapi apa aku bisa..?? harusnya ga tanya gitu sih.. tapi pertanyaan itu pasti selalu ada di kepala orang yang mungkin ngga tau.. seperti aku ini.. :P

[Reply]

hade Reply:

Retorik nih mas Andri…

[Reply]

bener-bener pola pikir yang mengagumkan. perlu di contoh.
terutama masalah uang, perlu banyak belajar nih dengan mas Hade… Hebat euy..

BLOG MOTIVASI MENTAL = Salam Sukses

[Reply]

hade Reply:

Hallo Mas Fadlly, lama nggak kelihatan kemana aja…

Saya juga sedang belajar kok mas…, baru dua bulan aktif di blog ini. Semoga sharing yang saya sampaikan bermanfaat buat kita semua. Sekali lagi terima kasih.

[Reply]

Waduh..saya nggak punya gaji..masuk nomer berapa ya?

[Reply]

hade Reply:

Kan ada hasil dari bisnis online om… ;)

[Reply]

mas hade… kalau mau cari gula coba kunjungi situs ini.. http://gulakumanis.blogspot.com/

[Reply]

hade Reply:

OK Mas…, terima kasih.
Langsung meluncur ke TKP.

[Reply]

kang Hade luar biasa motivasi baru buat saya dan pastinya terimakasih banyak, semoga poting-posting yang akan datang lebih lagi bermanfaat buat yang lain

[Reply]

hade Reply:

Terima kasih kang Torik, semoga bermanfaat buat kita semua. Sekedar share hasil pembelajaran dari beberapa buku dan pengalam pribadi yang kadang “kekurangan” uang, baik ketika disengaja kekurangan mupun memang pas benar-benar kekurangan…:-)

[Reply]

Setuju dengan langkah diatas terutama soal menghabiskan gaji. Selama masih ada uang ditangan hingga akhir bulan, maka otak ini akan mandek berproduksi. Jadi, jika ada sisa uang, belikan emas atau tabung di shar-e karena gak ada biaya adminnya

[Reply]

hade Reply:

Tepat mas…, dulu sehari sebelum gajian saya selalu ke atm untuk “menghabiskan uang” ditransfer ke rekening penampung yang tidak bisa di ambil (TRM, tabungan rencana mandiri).

Dengan cara demikian ternyata saya lebih produktif dan ide-ide baru sellau muncul ihwal uang. Saya bisa meliarkan pikiran saya untuk mencari uang, tentunya saya sesuikan dengan norma-norma yang ada.

Terima kasih Mas Lutvi atas kunjungan dan sharingnya. Smeoga bermanfaat untuk kita semua.

[Reply]

kadang arisan berantai dengan investasi ituh samar-samar loh,,

[Reply]

hade Reply:

Oya?
Semoga semua blogger dapat membedakan antara investasi dan arisan berantai.

[Reply]

kalo dah kaya nabungnya ke tempatku ya

[Reply]

Pak Hadi,
kalo dibuat sedemikian rupa dgn stressing, pemutaran dana utk produksi, lalu melahirkan iklim produktivitas, risikonya dimana/apa aja ya..(kec kaya lho, pak) :)

[Reply]

hade Reply:

Halo Pak Dani.
Risikonya menjadi “kaya” pak… :-)

Berdasarkan pengalaman pribadi, pengalaman beberapa rekanan Javaformula.com sebelum launching, pengalaman beberpa pembaca blog ini dan merujuk pada sebuah program financial freedom di luar negeri (yang telah dibuktikan oleh pelaku di Indonesia dan menjadi milyarder baru di Indonesia padahal sebelumnya adalah orang yang biasa-biasa saja), stressing ini akan merangsang ide-ide kreatif untuk mencari sumber-sumber keuangan baru.

Pembahasan lebih lanjut akan saya posting pada artikel berikutnya Pak Dani. Terima kasih atas pertanyaan kritis ini.

[Reply]

dt belum punya gaji nih pak..
yg ada jg cm uang jajan (seadanya).. :roll:
*tunggu kerja dlu??*

[Reply]

hade Reply:

@dEEt,
Hii..hii…, tapi bisa memiliki pola pikir kaya kan deet?
Kalau udah kerja tinggal migrasi…., hijrah…

[Reply]

Leave a comment

(required)

(required)


KAPAN MAMPIR JAVASECRET.COM LAGI?

CommentLuv Enabled