Habiskan gaji, inisiasikan ikhlas di hati.
Artikel sebelumnya saya tutup dengan metode menabung yang besarnya semakin meningkat setiap bulan sampai uang gaji habis masuk tabungan. Pertanyaannya adalah, terus kalau uang habis ditabung uang untuk makan dari mana?
Bisnis
Saya tidak peduli apakah anda sudah memiliki bisnis pribadi atau belum (untuk karyawan), silahkan jalankan metode menabung seperti di atas. Jangan khawatir tidak akan bisa makan, asalkan anda tanggap terhadap perintah bawah sadar anda yang muncul setelah memulai menabung. Pengalaman member Javaformula.com menunjukkan bahwa mereka yang belum memiliki bisnis, akan segera “mau” menjalani bisnis pribadinya (biasanya diinisiasi dengan di guntungnya beberapa kartu kredit) padahal selama ini malas memulai bisnis. Ia selalu menunda-nunda menjalankan bisnis yang sudah direncanakan.
Bagi mereka yang sudah memiliki bisnis, ia akan lebih giat menjalankan bisnis. Biasanya ia akan lebih agresif melakukan ekspansi bisnisnya, atau membangun bisnis lain yang baru dengan tidak meninggalkan bisnis yang lama. Dan bagi mereka yang tidak tertarik menjalani bisnis, akan tumbuh lebih dalam lagi dalam hal :
1. Empati.
2. Toleransi.
3. Hemat.
4. Bersedekah.
5. Mengeksplorasi rasa syukur dan ikhlas.
6. Dan lain-lain terkait peningkatan perilaku relegius.
Pilih yang mana?
Sesuai judul artikel sebelumnya, anda akan pilih mana : apakah hidup susah tapi tidak punya uang, atau hidup susah tapi punya uang?
Pertanyaan ini sebenarnya muncul karena kecenderungan “hidup susah” yang dialami oleh banyak orang dalam meniti hidup menuju berkelimpahan harta. Berapapun uang yang anda miliki, “hidup susah” ini tidak akan mudah dihilangkan karena begitu mencapai suatu target, anda akan meniti target diatasnya lagi dalam hal uang. Berapapun uang yang anda miliki tidak akan pernah “cukup”, bahkan rejeki nomplok sering membuat sebuah keluarga berkelahi dan sering membuat tidak kebagian semuanya (karena uang digunakan untuk membiayai biaya rumah sakit yang berantem).
Menabunglah
Ustad Yusuf Mansyur menyarankan untuk bersedekah untuk memperoleh rejeki lebih banyak. Ini saran yang sangat masuk akal bahkan dalam bahasan diluar keagamaan sekalipun. Dalam kondisi tidak mempunyai apa-apa kita akan melakukan sesuatu yang mustahil dilakukan ketika dalam keberlimpahan harta.
Diakui atau tidak, untuk bersedekah tidak semua orang dapat melakukannya dengan ikhlas, apalagi untuk bersedekah sampai habis gaji/hartanya. Menabunglah sampai gaji anda habis sebagai inisiasi ikhlas untuk memperoleh perilaku-perilaku relegius di atas, sehingga dapat menyambut perilaku ikhlas yang berulang dalam kehidupan bermasyarakat. Insya Allah!
Related Posts:


Masalah Uang dan pola hidup yang teratur.
Sungguh menyenangkan, jika kita sudah masuk dalam suatu fase yang stabil. Melakukan sesuatu tanpa di pusingkan dengan masalah uang, pasti menyenangkan.
Diperlukan kerja keras dan kerja pintar untuk mencapai titik itu.Tapi setelah sampai, percayalah kita akan memiliki kebebasan penuh untuk mengarah pada suatu kegiatan yang ekan menyalakan lentera hati… cuit…cuit…
Salam Hangat Mas Hade
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 1:16 pm
@Fadly Muin,
Makasih Mas atas sharing tambahan ulasannya.
Kalau kita meyakini fase tsb hanya masalah waktu, alangkah indahnya kalu saat ini sudah terbiasa memposisikan diri dalam suasana keberlimpahan sehingga rasa syukur itu terus mengalir.
[Reply]
Masalahnya mau bisnis modal gak cukup, jadi di tabung dulu, begitu
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 3:10 pm
@raffaell,
Haha…., boleh juga.
Pada dasarnya, orang bekerja/mejnadi karyawan seharusnya untuk menabung dan hasilkan digunakan untuk bisnis. jangan sampai menjadi karyawan sampai akhir hayat. Selamat berbisnis…
[Reply]
Kalo saya yakin, berapapun yang kita punya, selama kita ikhlas dengan apa yg kita dapat & ikhlas juga dengan apa yg kita keluarkan, hasilnya pasti baik.
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 4:24 pm
@zee,
Benar Mbak…, bersyukur dengan yang telah kita miliki dan ikhlas dengan apa yang telah kita keluarkan.
[Reply]
Mantap mas, artikelnya inspiratif sekali. Tingkatkan terus mas
[Reply]
hade Reply:
May 19th, 2009 at 7:54 am
@Taktiku,
Terima kasih Mas…, saya juga banyak terisnpirasi postingan anda.
Salam sukses.
[Reply]
Saya sedang berusaha seperti komennya mas fadly,
berusaha mencapai fase stabil, agar kemudian bisa surplus, lalu menabung dan menabung
[Reply]
hade Reply:
May 19th, 2009 at 7:57 am
@mascayo,
Yuk kita berjuang sama-sama.
Tetapi sering belum mencapai surplus kita tergoda oleh keinginan-keinginan konsumtif, sehingga tidak pernah mencapai fase stabil. Hal ini akan terulang terus-menerus sehingga saya sarankan menabunglah justru sebelum fase stabil tercapai.
Kalau bahasa saya “rasa susah” akan terus berlanjut, sehingga pilihannya adalah susah tidak punya uang atau susah tapi punya uang.
[Reply]
untuk sementara ini casualcutie belum bisa menabung teratur tiap bulan, dikarenakan ada beberapa keperluan yang sangat penting. heeee
[Reply]
hade Reply:
May 19th, 2009 at 7:57 am
@casual cutie,
Ah…ngeles mulu nih….
Tapi ya memang kebutuhan kudu diutamakan…, jangan sampai nuruti keinginan mulu… Sip deh!
[Reply]
harta kita itu sebenarnya bukan terletak pada seberapa banyak tabungan kita, seberapa besar gaji kita, seberapa luas aset kita. Tapi terdapat pada seberapa banyak yang sudah kita berikan kpd orang lain yang faqir.
Salam hangat mas hade
[Reply]
hade Reply:
May 19th, 2009 at 7:58 am
@Ahmad,
Astaghfirullah…
Beda cara melihat ternyata akan menghasilkan pola pikir yang berbeda. Mohon maaf Pak Ahmad…..
[Reply]
gak bisa dipungkiri mas kekuatan sedekah. Hhh… Sya udah sering mendapatkan bukti dari ikhlasnya bersedekah. Subhanallah, gak pernah kebayang sebelumnya..
[Reply]
hade Reply:
May 19th, 2009 at 8:00 am
@Ardy Pratama,
Benar Mas…, semoga dapat selalu meningkatkan sedekah kita untuk kemakmuran bersama. Cerita pengalamannya dong Mas…, posting di blog aja…
[Reply]
Masih seputar menabung ya mas.
Punya bisnis sendiri lebih penting penting menurut saya, sya dulu ketika masih menjadi pekerja berpikir, jika saya memulai bisnis dikarenakan sdh tdk kuat bekerja di orang lain, (dlm artian kita sdh memasuki usia tua)lalu dlm usia tersebut kita baru memulai terjun kedalam dunia bisnis maka akan sedikit repot tentunya.
Selain butuh konsentrasi, bisnis juga butuh pemahaman dan penjiwaan dalam menjalankannya dan tentunya juga cukup memakan waktu, jika sdh mempunyai umur tua baru memulai bisnis ???
[Reply]
hade Reply:
May 19th, 2009 at 8:14 am
@Irwan M Santika.,
Tepat Mas…, bisnis sendiri lebih penting, bahkan dibandingkan menjadi karyawan. Kemarin ada yang bertanya kepada saya, kalau anda dipindahkan dari jakarta ke luar jawa apa yang akan anda lakukan? Saya sedang mengambil peluang menjalani bisnis pribadi secara full time aja kayaknya. tapi sampai sekarang rasanya masih enjoy jadi karyawan plus menjalani bisnis pribadi.
Memulai bisnis pribadi ketika sudah tua? Rasanya gak masalah asalkan dipikirkan juga kaderisasinya ke anak-anak. Mungkin jangan membatasi kegiatan diri sendiri dengan batasan umur, nanti gak jalan-jalan…
Terima kasih Mas Irwan sharingnya.
[Reply]