Gelombang cinta, bisnis tanaman dan saham

sugar

Sebenarnya saya ingin nerusin hasil surveynya unicef kemarin…, terkait dengan kesibukan kerja, kedekatan dengan anak dan perceraian. Tetapi kesanya seminggu ini serius mulu, apalagi kemarin casualcutie protes, kok selalu mbahas kerjaan & bisnis mulu, kapan waktunya buat saya? (lho?? becanda ya…).

OK, sekarang ngomongin tanaman di teras rumah aja deh…. Kebetulan tanaman “gelombang cinta” saya lagi bertumbuh terus, dan setiap pertambahan satu daun saja pasti membuat rasa senang. Bener-bener deh…, kalau sudah hobi, nambah ukuran daun cuma sekit aja kita perhatiin. Karena mau berangkat kerja kita tengok, pulang kerja habis minum jus kesukaan langsung tengok pula. Sampe ada orang rumah yang protes…, “tanaman mulu!” katanya. Atau kalau tidak bilang “Ikan mulu!” karena saya ngurusin kolam ikan di teras. O-ya, buat yang belum tahu yang namanya tanaman gelombang cinta, ini dia nih gambarnya :
gelombang cinta
Tanaman seukuran ini sekarang harganya Rp 150.000,- Sekitar satu tahun yang lalu dengan ukuran yang sama harganya sekitar 3 juta-an. Seperti yang pernah saya ceritakan di kolom komentar edisi week end, tetangga saya yang kala itu mborong 5 tanaman gelombang cinta seharga 250rb per tanaman (per pot) seukuran gambar diatas (tapi lebih besar dikit), dua minggu kemudian dijual harganya Rp 5,5 juta. Diceritain gitu saya juga ngiler…, ternyata dagang tanaman hias juga cukup menarik. Bahkan di Jogjakarta sampai ada guyonan begini “tuku gedong nganggo godong” (beli gedung pake daun) karena harga tanaman yang satu ini sangat tidak masuk akal kala itu.

Tapi sekarang harga gelombang cinta sudah tidak semahal dulu lagi, meski masih menjadi koleksi banyak orang. Beda dengan tanaman yang satu ini, namanya sikas. Dari dulu harganya stabil karena memang tanaman ini menarik sepanjang jaman. Beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan ke daerah Parung arah Ciputat, liat-liat tanaman sikas seperti dalam foto dibawah ini, ternyata harganya sama dengan harga sepeda motor matic keluaran Jepang.
sikas javasecret.com
Ayo…, siapa mau koleksi tanaman indah sepanjang jaman ini… Atau mungkin teman-teman mahasiswa seperti mas Ardy, mas Danta, Mas Rizoa dan lain-lain mau coba melirik dunia tanaman hias?

Bisnis tanaman hias tidak beda jauh dengan bermain saham. Kudu tahu kapan harus beli, kapan kudu tahan dan kapan kudu jual. Telat dikit jualnya, bisa rugi jutaan rupiah…. Nah… buat pemula yang penting sekarang ngebid dulu….

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Related Posts:

sugar

Top incoming search terms for this post

Trackbacks & Pingbacks

No trackbacks/pingbacks yet.

Comments

Waaa.. Sampe ke bawa rumah mas.. sepertinya ada yang memanggil-manggil.. terima kasih mas..

Orang tua saya juga suka ngoleksi tanaman hias di pot mas.. dulu pernah punya gelombang cinta.. masih kecil.. tapi diambil tanpa ijin sama orang lain.. hiks

[Reply]

hade Reply:

@Danta,
Pencurian dan pengamanan tanaman hias memang kudu melebihi pengamanan perbankan. Karena assetnya jauh melebihi aset Sebuah cabang perbankan kalau tanaman tsb pas naik daun.

Temen kantor waktu itu beli anturium jenis jemanii yang masih kecambah tukbuh beberapa minggu gitu, daunya pun baru dua sebesar jempol kaki tapi harganya Rp 250ribu. Sampai di rumah ditaruh di teras…, eh dimabil sama orang yg sebenarnya tidak berhak. Saat ini anturium jenis jemanii masih cukup tinggi harganya, gambarnya edisi jumat minggu depan saya posting deh…

[Reply]

Wah kalo’ saya tertarik bgt yg bawa ..sikas..abis kelihatan cool banget

[Reply]

hade Reply:

@Diah,
Sama Mbak Dianh…, saya juga suka tuh…
Gelombang cinta kayaknya heboh di namanya aja…, tapi saya tetap koleksi sih…., malah sikasnya yang masih belum numbuh-numbuh tuh…

[Reply]

sayangnya saya kurang bisa merawat sebuah objek, termasuk binatang dan tanaman. Tapi kaget juga, tanaman segitu bisa seharga motor.

[Reply]

hade Reply:

@Ferry Prima,
Saya juga kaget “njondil” (jawa) pas lihat daftar hargnya Mas…, fyuh….sekarang pelihara dari kecil yang harganya 100rb-an aja. kalau beli yang sdh jadi nggak seru…, dan yg jelas mahal sih hahaha…

[Reply]

kalo saya lebih suka tanaman gelombang protes dan gelombang action mas.. itu yang kemudian menjadi gelombang keywords di blog saya hehehe..

kebetulan keluarga mertua saya di kediri juga berbisnis tanaman seperti ini, bahkan sering ikutan pameran, seperti di lapangan banteng, jakarta pusat..

too bad, saya nggak begitu suka..

[Reply]

hade Reply:

@mashengky.com,
Hihi…, kalau ini memang terkait hobi Mas…, jadi rada susah.

Wah…, mertua juragan besar rupanya Mas…

[Reply]

wawwww lucunya…………kirimin donk Mas…….

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Sibuk banget kayaknya nih Mbak Cutie…

[Reply]

waduh…kenapa mau cerai mas???

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Duh…, maksudnya?

[Reply]

hari ini abis refreshing ke tpt wisata, jd blm sempat ngeblog & blogwalking.

wah…tumben jam sgini msh online..

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Ini baru mau pulang…, ada yang ditunggu… :-)

[Reply]

Hey, have you seen this news article?
New details about Michael Jackson’s Death Emerge
I was wondering if you were going to blog about this…

[Reply]

pulang malam tiap hr ga cape ya???

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Justru saya yang paling serin tang go…, gak enak ama teman-teman yang lain…
Dulu saya pulang tiap hari paling cepet jam 8…, sekarang setelah pindah bagian lumayan bisa lebih cepet…

[Reply]

I think i’ve seen this somewhere before…but it’s not bad at all

[Reply]

hufffff….capenya….

akhirnya selese jg update site yg laen & cari bahan buat posting besok pagi. yeyyyy!!!!

off dulu…da dah….

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Kayaknya yang kerja “berat” malah Mbak Cutie deh….
Sibuk teruss….

[Reply]

dulu saya sama teman pernah pengin usaha beginian, tapi dikarenakan kesibukan masing2, dan tempat bunga nya gak ada.. akhirnya gak jadi deh… :) padahal lumayan juga…

[Reply]

hade Reply:

@dawiecool,
Bukan waktu yang tidak tepat untuk memulai…
Ayo bro…

[Reply]

wahh…liburan ya…..kalo ga liat tanaman, pasti lg liat ikan..

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Haha…, tadi jalan-jalan cari modem GSM yang HSUPA kok masih sulit nemunya. TErpaksa nunggu minggu depan deh…

[Reply]

have a nice weekend………..

[Reply]

hade Reply:

@casual cutie,
Makaciihh….

[Reply]

hehe…gelombang cinta sekarang sudah ga’ musim ya…
Tapi masih tetp keren…
Kalo dikasih ya mau aja…?

[Reply]

hade Reply:

@The Bunglon’s,
Hahaha…, buakn gak musim sih mas tepatnya…, tapi sudah tidak semahal dulu lagi. KEamrin saya dapat info, bahwa sejak tahun 1986 harga tanaman ini sudah naik-turun sampai 3 kali. Jadi ada kesempatan untuk naik lagi…., sekarang waktunya untuk pelihara dulu. Kalau dalam ternak sapi mungkin bisa diistilahkan, sekarang saatnya untuk “penggemukan”.

[Reply]

Cool post, just subscribed.

[Reply]

ya memang tanaman gelombang cinta sekarang tidaj begitu populer dan harganyapun sudah menurun dan tidak semahal dahulu. Jika memang mempunyai minat terhadap tanaman hias kenapa tidak membudidayakan tanaman hias lain tapi dengan teknik kultur jarinan. Sekarang sedang populer teknik itu dan tentunya banyak sekali keuntungan yang diperoleh. Ada yang memproduksi tanaman dengan kultur jaringan tanaman skala rumah tangga di daerah Bogor. Teknik kultur jaringan tidak membutuhkan lahan yang besar dan dapat dikontrol….

[Reply]

Leave a comment

(required)

(required)


KAPAN MAMPIR JAVASECRET.COM LAGI?

CommentLuv Enabled