Dimana menyimpan uang?

Posted in Cara menjadi kaya, Stressing Strategy, TabunganKu on May 15th, 2009

Meneruskan artikel ini dan menjawab beberpa pertanyaan yang masuk, berikut saya sampaikan beberpa pilihan menyimpan uang.

Di bawah kasur?
Sudah tidak jamannya lagi menyimpan uang dirumah, palagi dalam jumlah besar karena ada risiko kehilangan baik oleh maling maupun risiko kebakaran rumah. Meskipun dijaman modern ini masih juga ada yang menyimpan uangnya di bawah kasur, tapi saya tidak sarankan. Mangkanya Bank Indonesia membuat kampanye “Ayo Ke Bank” yang tahun kemarin di deklarasikan di Monas.

Biaya Administrasi Bank?
Uang akan habis kalau tabungan di Bank dalam jumlah yang sedikit, karena bunga tabungan yang diperoleh tidak akan dapat menutupi biaya administrasi yang timbul. Tidak heran ada seorang kakek-kakek yang dengan gagah mau mengambil uang yang sudah lama di tabung di Bank (berharap jumlahnya sudah berkali lipat karena sudah lama) justru ternyata saldo tabungan sudah nol. Betapa kaget si kakek karena uang tersebut dikumpulkan dari jerih payahnya beberapa tahun.

Terus nabung dimana dong?

Tetap di bank! Sekarang sudah banyak produk bank yang membebaskan biaya administrasi sehingga tidak akan menggerus saldo anda. Bahkan ada produk bank yang secara otomatis “mengambil” dari rekening utama (rekening sumber) untuk dijadikan tabungan anda yang sebenarnya dengan imbalan suku bunga 0.5% lebih tinggi dari suku bunga tertinggi. Produk seperti inilah yang harus dimanfaatkan dalam realisasi “penyisihan” yang saya maksud dalan artikel disini.

Produk Bank Mana?

Beberapa Bank sudah mempunyai produk di atas, tapi yang saya tahu persis fiturnya baru produk Bank Mandiri. Namanya Mandiri Tabungan Rencana (MTR), produk ini sebelumnya bernama Tabungan Rencana Mandiri (TRM). Tabungan ini tidak ada ATM-nya, jadi aman dari keinginan-keinginan kita yang tidak terkontrol. Selain itu, produk ini juga dikaitkan dengan asuransi gratis.

Nabung Otomatis.
Sesuai artikel sebelumnya, jadi setiap bulan saya buka account MTR. Dengan cara ini maka saya otomatis nabung setiap bulan yang jumlahnya selalu naik, dari semula 100rb per bulan menjadi 200/bln, 300/bln 400/bln dst sampai kelak semua gaji dapat habis untuk menabung. Waduh…., terus makan dari mana? Bersambaung…..

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Related Posts:

Tags: ,
This post is under “Cara menjadi kaya, Stressing Strategy, TabunganKu” and has 19 respond so far.
If you enjoy this article, make sure you subscribe to my RSS Feed.

Top incoming search terms for this post

19 Responds so far- Add one»

  1. 1. zee Said:

    Saya ikut menabung otomatis. Jadi ga repot lg mikir udah nabung apa belum :)

    [Reply]

    hade Reply:

    @zee,
    Sip Mbak…, saya hampir setahun buka MTR…, semoga bisa berlanjut.

    [Reply]

  2. 2. casual cutie Said:

    waow…bagus juga ikut MTR. sayang casualcutie buat acount di BNI.

    [Reply]

    hade Reply:

    @casual cutie,
    Konon banyak Bank telah melahirka produk serupa. Coba aja tanya ke pihak Bank nya.

    [Reply]

  3. 3. humaini Said:

    iya benarselaki silahkan selagi masih bisa bergerak…
    ok!

    sukses selalu….

    [Reply]

    hade Reply:

    @humaini,
    Kalau “pergerakan” kudu diusahakan mas… Sering keterpaksaan membuat kita bergerak, bahkan sangat kencang.

    [Reply]

  4. 4. humaini Said:

    benarsekali…..

    segeralah ambil keputusan…

    sukses selalu Amin…

    [Reply]

  5. 5. annosmile Said:

    sya masih nabung di bank biasa
    sampai saat ini
    masih bisa mengontrol pengeluaran
    he3x..

    [Reply]

    hade Reply:

    @annosmile,
    Mengontrol pengeluaran kudu diimbangi meningkatkan pendapatan. Kalau yang tidak terbiasa (sulit) dapat diberikan stressing strategy.

    [Reply]

  6. 6. annosmile Said:

    sampai saat ini saya masih dapat mengontrol pengeluaran
    jadi blom terlalu memikirkan mendaftar MTR

    [Reply]

  7. 7. Sumartono Said:

    Saya sudah terlanjur nabung di bank konvensional yang ada biaya admnya. Tapi kasihan juga ya kakek itu, ngomong-ngomong itu kakeknya Mas Hade bukan?

    [Reply]

    hade Reply:

    @Sumartono,
    Cerita si kakek itu saya dapat dari surat pembaca sebuah surat kabar. Bukan keluarga saya Mas…, semoga tidak menimpa keluarga yang lain.

    [Reply]

  8. 8. mascayo Said:

    saya pernah memulai di Bank Niaga, tapi karena satu hal, account terpaksa saya sudahi dulu.
    InsyaAlloh segera memulai lagi :)

    [Reply]

    hade Reply:

    @mascayo,
    Sip Mas…, kalau tidak dipaksa sering tidak pernah mulai. Terpenting kudu diukur apakah dengan dibukanya tabungan tsb ada pengaruhnya terhdapat kehidupan kita selama sebulan atau tidak. Kalau belum ada pengaruhnya, perbesar lagi nilainya.

    [Reply]

  9. 9. Ardy Pratama Said:

    baru tw saya mas tryata ada jnis tbugn mcam gitu ya? Hihihiihihi.. Iya, bkin pngluaran jd trkntrol. Klo mw ngmbil jga agk mles kan kudu ke bank dlu, mcet djalan, ngantri… :D

    [Reply]

    hade Reply:

    @Ardy Pratama,
    Tabungan ini tidak bisa diambil dalam periode waktu tertantu. Kemudian setelah mulai bisa diambilpun, hanya beberapa persen dari saldo. Jadi aman dari gangguan-gangguan keinginan yang konsumtif.

    [Reply]

  10. 10. pasang iklan Said:

    nah begitu lebih aman. harusnya semua yang mau menyimpan yangnya di bank yang tidak ada potongan biayanya
    jadi yang semula disimpan dirumah karena takut di bank akan terpotong jadi bisa nabung di bank!

    [Reply]

    hade Reply:

    @pasang iklan,
    Tepat Mas….

    [Reply]

  11. 11. Danta Said:

    Mmmm kalo saya di bank mas.. tapi ada rencana untuk menukarkan dengan emas biar ga boros.. (tapi kapan ya.. hwahahahahaha, duit di bank aja cuma segelintir mas :D )

    [Reply]

Post a reply



CommentLuv Enabled