Dimana menyimpan uang?
Meneruskan artikel ini dan menjawab beberpa pertanyaan yang masuk, berikut saya sampaikan beberpa pilihan menyimpan uang.
Di bawah kasur?
Sudah tidak jamannya lagi menyimpan uang dirumah, palagi dalam jumlah besar karena ada risiko kehilangan baik oleh maling maupun risiko kebakaran rumah. Meskipun dijaman modern ini masih juga ada yang menyimpan uangnya di bawah kasur, tapi saya tidak sarankan. Mangkanya Bank Indonesia membuat kampanye “Ayo Ke Bank” yang tahun kemarin di deklarasikan di Monas.
Biaya Administrasi Bank?
Uang akan habis kalau tabungan di Bank dalam jumlah yang sedikit, karena bunga tabungan yang diperoleh tidak akan dapat menutupi biaya administrasi yang timbul. Tidak heran ada seorang kakek-kakek yang dengan gagah mau mengambil uang yang sudah lama di tabung di Bank (berharap jumlahnya sudah berkali lipat karena sudah lama) justru ternyata saldo tabungan sudah nol. Betapa kaget si kakek karena uang tersebut dikumpulkan dari jerih payahnya beberapa tahun.
Terus nabung dimana dong?
Tetap di bank! Sekarang sudah banyak produk bank yang membebaskan biaya administrasi sehingga tidak akan menggerus saldo anda. Bahkan ada produk bank yang secara otomatis “mengambil” dari rekening utama (rekening sumber) untuk dijadikan tabungan anda yang sebenarnya dengan imbalan suku bunga 0.5% lebih tinggi dari suku bunga tertinggi. Produk seperti inilah yang harus dimanfaatkan dalam realisasi “penyisihan” yang saya maksud dalan artikel disini.
Produk Bank Mana?
Beberapa Bank sudah mempunyai produk di atas, tapi yang saya tahu persis fiturnya baru produk Bank Mandiri. Namanya Mandiri Tabungan Rencana (MTR), produk ini sebelumnya bernama Tabungan Rencana Mandiri (TRM). Tabungan ini tidak ada ATM-nya, jadi aman dari keinginan-keinginan kita yang tidak terkontrol. Selain itu, produk ini juga dikaitkan dengan asuransi gratis.
Nabung Otomatis.
Sesuai artikel sebelumnya, jadi setiap bulan saya buka account MTR. Dengan cara ini maka saya otomatis nabung setiap bulan yang jumlahnya selalu naik, dari semula 100rb per bulan menjadi 200/bln, 300/bln 400/bln dst sampai kelak semua gaji dapat habis untuk menabung. Waduh…., terus makan dari mana? Bersambaung…..
May 15th, 2009 at 2:54 pm
Saya ikut menabung otomatis. Jadi ga repot lg mikir udah nabung apa belum
[Reply]
hade Reply:
May 15th, 2009 at 5:06 pm
@zee,
Sip Mbak…, saya hampir setahun buka MTR…, semoga bisa berlanjut.
[Reply]
May 15th, 2009 at 6:04 pm
waow…bagus juga ikut MTR. sayang casualcutie buat acount di BNI.
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 1:29 pm
@casual cutie,
Konon banyak Bank telah melahirka produk serupa. Coba aja tanya ke pihak Bank nya.
[Reply]
May 16th, 2009 at 2:12 am
iya benarselaki silahkan selagi masih bisa bergerak…
ok!
sukses selalu….
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 1:30 pm
@humaini,
Kalau “pergerakan” kudu diusahakan mas… Sering keterpaksaan membuat kita bergerak, bahkan sangat kencang.
[Reply]
May 16th, 2009 at 2:14 am
benarsekali…..
segeralah ambil keputusan…
sukses selalu Amin…
[Reply]
May 16th, 2009 at 8:27 am
sya masih nabung di bank biasa
sampai saat ini
masih bisa mengontrol pengeluaran
he3x..
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 1:31 pm
@annosmile,
Mengontrol pengeluaran kudu diimbangi meningkatkan pendapatan. Kalau yang tidak terbiasa (sulit) dapat diberikan stressing strategy.
[Reply]
May 16th, 2009 at 8:32 am
sampai saat ini saya masih dapat mengontrol pengeluaran
jadi blom terlalu memikirkan mendaftar MTR
[Reply]
May 16th, 2009 at 11:36 am
Saya sudah terlanjur nabung di bank konvensional yang ada biaya admnya. Tapi kasihan juga ya kakek itu, ngomong-ngomong itu kakeknya Mas Hade bukan?
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 1:33 pm
@Sumartono,
Cerita si kakek itu saya dapat dari surat pembaca sebuah surat kabar. Bukan keluarga saya Mas…, semoga tidak menimpa keluarga yang lain.
[Reply]
May 16th, 2009 at 12:13 pm
saya pernah memulai di Bank Niaga, tapi karena satu hal, account terpaksa saya sudahi dulu.
InsyaAlloh segera memulai lagi
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 1:35 pm
@mascayo,
Sip Mas…, kalau tidak dipaksa sering tidak pernah mulai. Terpenting kudu diukur apakah dengan dibukanya tabungan tsb ada pengaruhnya terhdapat kehidupan kita selama sebulan atau tidak. Kalau belum ada pengaruhnya, perbesar lagi nilainya.
[Reply]
May 16th, 2009 at 5:04 pm
baru tw saya mas tryata ada jnis tbugn mcam gitu ya? Hihihiihihi.. Iya, bkin pngluaran jd trkntrol. Klo mw ngmbil jga agk mles kan kudu ke bank dlu, mcet djalan, ngantri…
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 1:36 pm
@Ardy Pratama,
Tabungan ini tidak bisa diambil dalam periode waktu tertantu. Kemudian setelah mulai bisa diambilpun, hanya beberapa persen dari saldo. Jadi aman dari gangguan-gangguan keinginan yang konsumtif.
[Reply]
May 18th, 2009 at 3:08 pm
nah begitu lebih aman. harusnya semua yang mau menyimpan yangnya di bank yang tidak ada potongan biayanya
jadi yang semula disimpan dirumah karena takut di bank akan terpotong jadi bisa nabung di bank!
[Reply]
hade Reply:
May 18th, 2009 at 3:57 pm
@pasang iklan,
Tepat Mas….
[Reply]
May 24th, 2009 at 1:58 am
Mmmm kalo saya di bank mas.. tapi ada rencana untuk menukarkan dengan emas biar ga boros.. (tapi kapan ya.. hwahahahahaha, duit di bank aja cuma segelintir mas
)
[Reply]