<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Share Our Secret &#187; Saham</title>
	<atom:link href="http://www.javasecret.com/category/saham/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.javasecret.com</link>
	<description>wealth account of reference</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 00:58:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pilih risiko investasi atau risiko inflasi? [part 2]</title>
		<link>http://www.javasecret.com/pilih-risiko-investasi-atau-risiko-inflasi-part-2.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/pilih-risiko-investasi-atau-risiko-inflasi-part-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 00:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara menjadi kaya]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi saham]]></category>
		<category><![CDATA[risiko inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[risiko investasi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=1208</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mengikuti seminar mengenai kecerdasan finansial, salah satu yang dibahas adalah mengenai inflasi. Karena inflasi di Indonesia cenderung tinggi, maka bunga deposito yang diperoleh sering tidak dapat dijadikan konpensasi atas biaya inflasi tersbut. Dalam penggelolaan keuangan anda, maka biaya inflasi ini (karena menyimpan uang anda dalam tabungan/deposito) merupakan risiko yang mungkin sering anda pilih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fpilih-risiko-investasi-atau-risiko-inflasi-part-2.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fpilih-risiko-investasi-atau-risiko-inflasi-part-2.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kemarin saya mengikuti seminar mengenai <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/kecerdasan_finansial/1208/1">kecerdasan finansial</a>, salah satu yang dibahas adalah mengenai inflasi. Karena inflasi di Indonesia cenderung tinggi, maka bunga deposito yang diperoleh sering tidak dapat dijadikan konpensasi atas biaya inflasi tersbut. </p>
<p>Dalam penggelolaan keuangan anda, maka biaya <a href="http://www.javasecret.com/pilih-risiko-investasi-atau-risiko-inflasi.html">inflasi </a>ini (karena menyimpan uang anda dalam tabungan/deposito) merupakan risiko yang mungkin sering anda pilih dibandingkan harus melakukan investasi langsung pada instrumen saham misalnya. Salah satu kalimat yang muncul mungkin &#8220;terlalu berisiko&#8221;. </p>
<p>Kalimat tersebut  muncul boleh jadi karena mengikuti kata-kata orang lain, orang tua, saudara, istri/suami karena mereka tidak setuju dengan investasi yang ingin anda lakukan pada masa lalu. Jadi, setiap ada tawaran investasi tertentu, bawah sadar anda selalu menjawab &#8220;terlalu berisiko&#8221;. </p>
<p>Padahal &#8220;risiko yang terlalu&#8221; ini seharusnya bukan alasan untuk menghidari dan bukan alasan untuk tidak mencoba sesuatu. Risiko terkait dengan pengalaman masa lalu dan pendidikan yang lebih baik dari pengalaman orang lain. Apabila pengalaman anda belum cukup untuk menghadapi risiko yang harus dihadapi, maka anda perlu &#8220;sekolah&#8221;, mendidik diri anda menjadi lebih &#8220;pintar&#8221;. Ini adalah konsekwensi logis. Cukup sederhana!</p>
<p>Ini berarti, apabila anda ingin memulai investasi saham dan anda belum mempunyai pengalaman dalam hal investasi saham, maka anda harus  &#8220;sekolah&#8221; dahulu karena investasi saham sering disebut-sebut sebagai investasi yang memberikan return cukup tinggi.<br />
Ketika &#8220;sekolah&#8221; anda kemudian selesai, maka risiko dalam investasi saham menjadi lebih kecil dibanding menyimpan uang anda dalam tabungan/deposito khusus bagi anda yang telah &#8220;sekolah&#8221; dan hal ini tidak berlaku bagi orang lain yang tidak &#8220;sekolah&#8221;. </p>
<p>Jadi, <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/risiko_/1208/3">risiko </a>memang sangat terkait dengan pengalaman masa lalu dan kepandaian anda dalam bidang yang bersangkutan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/pilih-risiko-investasi-atau-risiko-inflasi-part-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih untuk pemula, tips dan trik bermain saham</title>
		<link>http://www.javasecret.com/masih-untuk-pemula-tips-dan-trik-bermain-saham.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/masih-untuk-pemula-tips-dan-trik-bermain-saham.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 00:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[belajar saham]]></category>
		<category><![CDATA[bermain saham]]></category>
		<category><![CDATA[cut loss]]></category>
		<category><![CDATA[emiten]]></category>
		<category><![CDATA[greedy]]></category>
		<category><![CDATA[instrumen finansial]]></category>
		<category><![CDATA[saham blue chip]]></category>
		<category><![CDATA[saham gorengan]]></category>
		<category><![CDATA[saham online]]></category>
		<category><![CDATA[window dressing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=1104</guid>
		<description><![CDATA[Ini artikel kedua mengenai saham yang saya posting. Artikel kali ini masih dari sumber penulisan orang lain karena saya masih belum bisa membahas mengenai saham (hiks&#8230;). Langsung belajar&#8230;, yuukk maree&#8217;&#8230;. Barangkali memang sudah saatnya masyarakat kita didorong dan diencourage untuk memindahkan uangnya yang semula ditabung di bawah bantal untuk diinvestasikan supaya bisa lebih menggairahkan roda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fmasih-untuk-pemula-tips-dan-trik-bermain-saham.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fmasih-untuk-pemula-tips-dan-trik-bermain-saham.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ini artikel kedua mengenai <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/saham_/1104/1"><strong>saham </strong></a>yang saya posting.  Artikel kali ini masih dari sumber penulisan orang lain karena saya masih belum bisa membahas mengenai <strong>saham </strong>(hiks&#8230;).  Langsung belajar&#8230;, yuukk maree&#8217;&#8230;.</p>
<p>Barangkali memang sudah saatnya masyarakat kita didorong dan diencourage untuk memindahkan uangnya yang semula ditabung di bawah bantal untuk diinvestasikan supaya bisa lebih menggairahkan roda perekonomian kita. Apalagi, banyaknya sektor usaha informal yang marak belakangan ini, setidaknya menunjukkan bahwa dalam masyarakat ada arus perputaran uang yang tidak bisa dibilang sedikit.</p>
<p><strong>Saham </strong>adalah salah satu produk keuangan. Kita mengenal pasar finansial yang terbagi dalam pasar modal dan pasar uang. Saham termasuk produk pasar modal yang merupakan bukti kepemilikan kita terhadap perusahaan yang menerbitkan sertifikat saham tersebut. Saham ada nilai intrinsik maupun nilai aktualnya. Untuk bertransaksi saham juga ada aturan main tersendiri. Tapi uraian tentang itu tidak akan saya jelaskan di sini karena sudah banyak tulisan yang membahas tentang itu.</p>
<p><strong>Bermain saham</strong>, seperti juga wahana investasi lain atau seperti juga menjalankan usaha, ada tips dan trik yang bisa dipelajari. Kebanyakan memang menganggap saham hanya sebagai instrumen finansial yang dipelajari dan dipahami secara left-brain thinking only. Padahal, esensi utamanya bukan berada di situ.</p>
<p>Dan, berikut beberapa tips dan trik yang mungkin bisa Anda baca dan mungkin Anda praktekkan sendiri:</p>
<p>[1] Perlakukan saham sebagai <em>human</em>, bukan dipahami semata-mata <em>by the book</em> saja. Lihat juga orang-orang yang mengelolanya, pemain di belakangnya (market maker, player, follower) dan karakteritik masing-masing, baru kemudian masuk ke analisis dan tools yang digunakan.</p>
<p>[2] Jangan sepenuhnya percaya pada data-data keuangan, apalagi yang belum diaudit dan/atau belum disahkan oleh Bapepam. Indonesia adalah salah satu contoh emerging market, dan karakteristik utama dari pasar seperti ini adalah data yang seringkali unreliable. Jadi, tetaplah bersikap konservatif dan hati-hati.</p>
<p>[3] Ada baiknya Anda mulai dengan mengoleksi saham-saham blue chip yang turun harganya karena sentimen right issue. Tak apa, dalam waktu yang tidak terlalu lama, biasanya harganya segera terkoreksi dan merangkak naik. Return saham-saham blue chip biasanya average, tapi cukup layak untuk dipegang dalam jangka waktu lama.</p>
<p>[4] Anda juga bisa mengikuti aksi yang dilakukan para bandar. Bermainlah sedikit dengan saham gorengan. Biasanya, saham ini tidak terlalu banyak peredarannya sehingga mudah dikatrol dan dipermainkan harganya. Ciri-cirinya, volume transaksi saham ini cukup besar dan nilainya turun tapi kemudian perlahan-lahan naik. Sekali lagi, hati-hati karena trend bisa segera berbalik dengan cepat dan gunakan hanya jika ada uang berlebih.</p>
<p>[5] Disiplin. Tetapkan batas atas dan batas bawah. Misalnya, <strong>33% di atas dan 5%</strong> di bawah. Taati aturan itu dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi Anda. Kalau Anda berani mengambil resiko, tidak apa-apa tanpa cut loss, kecuali 1) Anda pakai margin, 2) harga saham sudah tergolong tinggi, dan 3) ketika Anda masuk, harga atau tren berbalik arah.</p>
<p>[6] Tekun dan geluti secara serius. Lakukan analisis dan review portofolio secara berkala. Saya sarankan untuk memegang tidak lebih dari 9 jenis saham saja. Fokus pada maksimal 3 saham dan hold 1-2 saham untuk tetap dipegang untuk satu tahun. Kemampuan manusia terbatas, jadi baiknya jangan terlalu greedy.</p>
<p>[7] Belajar fundamental ekonomi global dan emiten tertentu adalah suatu keharusan. Lebih baik lagi jika Anda juga mengikuti selalu berita nasional dan mengamati korelasinya dengan gerakan di bursa.<br />
Simak karakteristik unik bursa. Misalnya, biasanya ada kecenderungan naik sekitar April-Mei sebagai antisipasi publikasi laporan keuangan dan pembagian dividen (sell). Sebaliknya, pada bulan September-Oktober, biasanya kecenderungan turun karena sepi, tidak ada berita dan aktivitas (buy). Sementara pada akhir tahun ada kecenderungan naik, sebagai antisipasi window dressing dan menyambut january effect (sell). Pada bulan Februari-Maret, biasanya terjadi koreksi pasca window dressing dan january effect (buy). Begitu seterusnya.<br />
Broker juga manusia. Ajak mereka makan siang dan make friendship. Lakukan saja dengan tulus. Jangan pernah mengharapkan Anda akan mendapatkan insider information dari sini. Selain tidak etis, hal itu juga melanggar hukum (ilegal).</p>
<p>[8] Mohon bimbingan yang di atas. Percayalah bahwa banyak variabel yang berpengaruh tetapi berada di luar kendali kita. Di situlah peran tangan Tuhan berkuasa. Dan ketika Anda mendapatkan gain, jangan lupa sumbangkan sebagian dari apa yang Anda terima dan tetaplah bersikap rendah hati. Investor besar yang saya tahu rata-rata orang yang low profile, sederhana, dan tidak suka banyak bicara.</p>
<p>[9] Terakhir, ada quote menarik yang saya ambil dari salah satu buku, sayang saya lupa siapa penulisnya. Bunyinya, kalau tidak salah, You have to trade what you see, not what you think. And only a detached and unemotional state of minds allows us to make our decisions objectively. See?</p>
<p>[10] Informasi, analisis/strategi, sikap mental dan emosi, serta luck, tetap merupakan faktor utama yang menunjang keberhasilan Anda. Tiga faktor pertama bisa Anda pelajari, namun satu faktor terakhir hanya bisa Anda dapatkan dengan mendekatkan diri dengan yang di atas.</p>
<p>Inilah saatnya Anda bergerak. You have to trade. You must change your self from learning to take a trade from cold blooded readiness to read on valid signal (source : moneymakergroup).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/masih-untuk-pemula-tips-dan-trik-bermain-saham.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah bermain saham bagi pemula</title>
		<link>http://www.javasecret.com/langkah-langkah-bermain-saham-bagi-pemula.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/langkah-langkah-bermain-saham-bagi-pemula.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 11:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<category><![CDATA[belajar saham]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama posting artikel ihwal gadget, kemudian kemarin saya selingi dengan artikel mengenai bisnis dan karyawan karena menjawab pertanyaan member Javaformula, sekarang saatnya untuk belajar saham. Ya, ini adalah tahap awal banget dan sedang mencari-cari referensi. Salah satunya adalah artikel di bawah ini yang saya peroleh. Yuk siapa mau belajar saham bareng-bareng dengan saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Flangkah-langkah-bermain-saham-bagi-pemula.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Flangkah-langkah-bermain-saham-bagi-pemula.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Setelah sekian lama posting artikel ihwal <a href="http://www.javasecret.com/blackberry-stratus-atlas-atau-apollo.html">gadget</a>, kemudian kemarin saya selingi dengan artikel mengenai <a href="http://www.javasecret.com/ngapain-jadi-karyawan-kalau-bisnis-anda-sudah-berhasil.html">bisnis dan karyawan</a> karena menjawab pertanyaan member <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/Javaformula/1098/3">Javaformula</a>, sekarang saatnya untuk <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/belajar_saham/1098/4"><strong>belajar saham</strong></a>.  Ya, ini adalah tahap awal banget dan sedang mencari-cari referensi.  Salah satunya adalah artikel di bawah ini yang saya peroleh.  Yuk siapa mau <strong>belajar saham</strong> bareng-bareng dengan saya.</p>
<p>Berikut ini adalah langkah-langkah yang anda perlukan sebagai pemula untuk <strong>bermain saham</strong>. Tulisan ini mengasumsikan bahwa anda telah membaca buku yang cukup untuk mengerti mekanisme bermain saham, serta prosedur membuka rekening di perusahaan sekuritas.</p>
<p><strong>Rumusan Umum:</strong><br />
[1] Anda harus mempunyai keinginan yang cukup besar untuk bermain atau mengetahui cara bermain atau mempunyai keinginan yang kuat untuk memperoleh keuntungan dengan berinvestasi di pasar saham. Hal ini harus tertanam dalam diri anda sejak awal, atau jangan pernah bermain saham, sebaiknya beli reksadana saja. </p>
<p><strong>Rumus Pertama adalah</strong>: anda harus punya dorongan atau hasrat yang kuat untuk bermain saham dan untung.</p>
<p>[2] Bermainlah dalam jumlah yang cukup kecil terlebih dahulu, misalnya Rp 10 juta atau Rp 20 juta mengingat selalu ada kemungkinan menghasilkan rugi bisa kecil bisa juga besar. Oleh karenanya bermainlah dalam jumlah uang yang kecil, seperti pilot project. Kalau anda mulai merasa nyaman dan mengetahui cara bermain untuk menghasilkan keuntungan, maka secara perlahan anda bisa menambah jumlah uang yang diinvestasikan. Ketika menambah jumlah yang diinvestasikan, selalu ingat bahwa uang yang anda tambahkan tersebut bisa habis, jangan hanya mengingat untung yang pernah anda peroleh, tetapi wajib mengingat bahwa investasi anda bisa berkurang bahkan habis. Anda tidak pernah tahu kapan sebuah peristiwa penting yang memberikan dampak negatif terhadap pasar terjadi; tiba-tiba saja bisa terjadi harga-harga anjlok, dan anda tidak sempat keluar dari pasar.</p>
<p> <strong>Rumus kedua adalah</strong>: selalu ingat bahwa uang yang anda investasikan bisa berkurang atau bahkan habis.</p>
<p><strong>Rumusan Teknis:</strong><br />
[1] Lihat arah perekonomian, taksir laju pertumbuhan nasional.<br />
Penting untuk mengetahui ke mana arah pertumbuhan ekonomi, artinya apakah sedang boom, atau depressi atau diantaranya. Kalau ekonomi sedang dalam pertumbuhan yang semakin meningkat, maka itulah saat yang paling tepat <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/berinvestasi/1098/5">berinvestasi</a>. Sebaliknya apabila pertumbuhan ekonomi sedang dalam keadaan negatif, maka sebaiknya keluar dari pasar, kecuali anda sudah biasa shorting dan punya pengalaman sebagai trader.</p>
<p>[2]  Pilihan industri dan track recordnya. Pilih industri yang anda familiar dan lebih senangi/sukai. Pelajari sejarah industri tersebut secara mendalam dan baca pendapat-pendapat para ahli tentang industri tersebut. Pilih industri yang punya track record yang baik dalam memberikan keuntungan.</p>
<p>[3] Pilihan saham dan track recordnya<br />
Pilih 1 atau 2 saham, jangan lebih, dalam industri point 2 tersebut diatas. Pilih yang mempunyai track record yang baik.</p>
<p>[4]. Lihat PE<br />
Saham yang Anda pilih tersebut harus yang mempunyai PE terendah dalam industri tersebut. PE adalah ratio antara harga pasar saham per lembar dibagi dengan net income bersih per lembar saham. PE pada dasarnya adalah angka relatif. PE 10 bisa disebut murah apabila PE yang lain lebih tinggi. Namun secara umum, sekarang ini PE 10 bisa dikatakan batas murah dan mahal, walaupun ini tidak ada dasar teorinya.</p>
<p>[5] Kapitalisasi<br />
Pilih saham yang mempunyai kapitalisasi pasar yang besar. Artinya nilai rupiah pasar saham yang beredar cukup besar. Sehingga para penggoreng saham tidak mempunyai cukup uang untuk menggoreng saham tersebut. Artinya kalau kapitalisasi pasar dari suatu saham kecil, maka pemain perseorangan dengan mudah dapat mengerakkan harga saham naik turun dengan jumlah modal yang dimilikinya.</p>
<p>[6] Sentimen Pasar<br />
Perhatikan sentimen pasar. Walaupun PE saham kita rendah, dan kapitalisasinya besar, sentimen pasar sering menjadi penentu naik turunya harga saham kita. Sentimen ini yang paling umum adalah <strong>indeks harga saham regional</strong>. Sentimen yang kedua, kejadian menarik yang berpengaruh di industri dimana saham kita berada. Misalnya kenaikan <strong>harga komoditas</strong> tertentu dan pengaruhnya terhadap keuntungan perusahaan yang sahamnya kita miliki. Sentimen ketiga adalah <strong>angka-angka perekonomian</strong> secara umum, misalnya angka pemberitaan angka laju pertumbuhan ekonomi, naik turunnya suku bunga oleh bank sentral, angka inflasi, angka pengangguran, angka order retail, sentimen konsumen, secara umum angka daya beli konsumen.</p>
<p>Demikian beberapa panduan untuk bermain saham untuk pemula. Jika anda disiplin dalam langkah-langkah tersebut di atas kemungkinan besar anda tidak akan mengalami kerugian. Masih ada banyak list atau trik-trik yang bisa dipelajari dalam bermain saham saat anda telah jauh terjun di dalamnya. Namun sebagai pemula, jangan sampai Anda menjadi bagian dari 90% pemain saham pemula yang umumnya merugi sebelum mulai untung. Anda tidak perlu merugi lebih dulu, anda bisa langsung untung. Lakukan ke 6 point tersebut diatas dengan disiplin penuh (source : wealthindonesia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/langkah-langkah-bermain-saham-bagi-pemula.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
