<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Share Our Secret &#187; Supplier Forum</title>
	<atom:link href="http://www.javasecret.com/category/forum-supplier/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.javasecret.com</link>
	<description>wealth account of reference</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 00:58:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Perubahan adalah rutinitas yang produktif!</title>
		<link>http://www.javasecret.com/perubahan-adalah-rutinitas-yang-produktif.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/perubahan-adalah-rutinitas-yang-produktif.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 00:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Supplier Forum]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis nyata]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis riil]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor ke taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[javasugar]]></category>
		<category><![CDATA[konsep waktu]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[produk taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Rutinitas itu menjemukan. Bosan sebenarnya baca kalimat itu bahkan menjadi lebih menjemukan dari biasanya. Tapi, siapa bilang rutinitas itu tidak produkti? Yuk coba kita diskusikan. Kegiatan rutin, seberapa pun besar risikonya sering membuat kita terlena dan memicu zona nyaman. Mungkin ini salah satu poin yang dimaksud dalam kalimat motivasi &#8220;Mempertahankan jauh lebih sulit dari pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fperubahan-adalah-rutinitas-yang-produktif.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fperubahan-adalah-rutinitas-yang-produktif.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong>Rutinitas itu menjemukan</strong>.  Bosan sebenarnya baca kalimat itu bahkan menjadi lebih menjemukan dari biasanya. </p>
<p>Tapi, siapa bilang rutinitas itu tidak produkti? Yuk coba kita diskusikan.<br />
Kegiatan rutin, seberapa pun besar risikonya sering membuat kita terlena dan memicu zona nyaman.  Mungkin ini salah satu poin yang dimaksud dalam kalimat motivasi &#8220;Mempertahankan jauh lebih sulit dari pada merebutnya&#8221;.</p>
<p><strong>Rutinitas </strong>sering membuat kita lupa pada risiko dan pemeliharaan.  Ini mungkin yang terjadi pada aktivitas pengiriman <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/produk_saya/572/1">produk saya</a> ke Taiwan sehingga lupa memelihara hubungan baik dengan importir.  Seolah semua akan berjalan seperti biasanya (mungkin karena aktivitas rutin), lupa bahwa diluar sana terjadi banyak &#8220;perubahan&#8221; yang justru dapat menggilas kita yang tidak siap berubah.  Mungkin kita siap berubah, tetapi tidak tanggak untuk berubah.</p>
<p><strong>Perubahan </strong>memang menjadi issue sentral beberapa tahun terakhir ini, terutama dimulai menjelang gerakan reformasi beberapa tahun yang lalu. Konsep perubahan telah disampaikan oleh banyak orang, bahkan dalam konsep waktu ini : <strong>rugi bagi mereka yang pada hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin</strong>.  Inilah konsep perubahan yang sangat sering kita dengar di pengajian, ceramah, ayat, atau artikel-artikel religius.</p>
<p>Perubahan-perubahan yang dilakukan secara rutin setiap saat, setiap hari, setiap dua harian, mingguan dst adalah sebuah rutinitas dalam makna yang lain.  ia adalah aktivitas yang akan menyelamtkan anda dari perubahan global.  Rutinkan perubahan-prubahan pada diri anda ke arah positif, inilah <strong>rutinitas </strong>yang tidak lagi menjemukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/perubahan-adalah-rutinitas-yang-produktif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Habiskan gaji, inisiasikan ikhlas di hati.</title>
		<link>http://www.javasecret.com/habiskan-gaji-inisiasikan-ikhlas-di-hati.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/habiskan-gaji-inisiasikan-ikhlas-di-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 00:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Supplier Forum]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis real]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis riil]]></category>
		<category><![CDATA[Tips bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Artikel sebelumnya saya tutup dengan metode menabung yang besarnya semakin meningkat setiap bulan sampai uang gaji habis masuk tabungan. Pertanyaannya adalah, terus kalau uang habis ditabung uang untuk makan dari mana? Bisnis Saya tidak peduli apakah anda sudah memiliki bisnis pribadi atau belum (untuk karyawan), silahkan jalankan metode menabung seperti di atas. Jangan khawatir tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fhabiskan-gaji-inisiasikan-ikhlas-di-hati.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fhabiskan-gaji-inisiasikan-ikhlas-di-hati.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Artikel <a href="http://www.javasecret.com/dimana-menyimpan-uang.html">sebelumnya </a>saya tutup dengan metode menabung yang besarnya semakin meningkat setiap  bulan sampai uang gaji habis masuk tabungan.  Pertanyaannya adalah, terus kalau uang habis ditabung uang untuk makan dari mana?</p>
<p><strong>Bisnis</strong><br />
Saya tidak peduli apakah anda sudah memiliki <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/bisnis_pribadi/255/2">bisnis pribadi</a> atau belum (untuk karyawan), silahkan jalankan metode menabung seperti di atas.  Jangan khawatir tidak akan bisa makan, asalkan anda tanggap terhadap perintah bawah sadar anda yang muncul setelah memulai menabung.  Pengalaman member Javaformula.com menunjukkan bahwa mereka yang belum memiliki bisnis, akan segera “mau” menjalani bisnis pribadinya (biasanya diinisiasi dengan di guntungnya beberapa kartu kredit) padahal selama ini malas memulai bisnis.  Ia selalu menunda-nunda menjalankan bisnis yang sudah direncanakan.</p>
<p>Bagi mereka yang sudah memiliki bisnis, ia akan lebih giat menjalankan bisnis.  Biasanya ia akan lebih agresif melakukan ekspansi bisnisnya, atau membangun bisnis lain yang baru dengan tidak meninggalkan bisnis yang lama.  Dan bagi mereka yang tidak tertarik menjalani bisnis,  akan tumbuh lebih dalam lagi dalam hal :<br />
1.	Empati.<br />
2.	Toleransi.<br />
3.	Hemat.<br />
4.	Bersedekah.<br />
5.	Mengeksplorasi rasa syukur dan ikhlas.<br />
6.	Dan lain-lain terkait peningkatan perilaku relegius.</p>
<p><strong>Pilih yang mana?</strong><br />
Sesuai judul artikel sebelumnya, anda akan pilih mana : apakah hidup susah tapi tidak punya uang, atau hidup susah tapi punya uang?<br />
Pertanyaan ini sebenarnya muncul karena kecenderungan “hidup susah”  yang dialami oleh banyak orang dalam meniti hidup menuju berkelimpahan harta.  Berapapun uang yang anda miliki, “hidup susah” ini tidak akan mudah dihilangkan karena begitu mencapai suatu target, anda akan meniti target diatasnya lagi dalam hal uang.  Berapapun uang yang anda miliki tidak akan pernah “cukup”, bahkan rejeki nomplok sering membuat sebuah keluarga berkelahi dan sering membuat tidak kebagian semuanya (karena uang digunakan untuk membiayai biaya rumah sakit yang berantem).</p>
<p><strong>Menabunglah</strong><br />
Ustad Yusuf Mansyur menyarankan untuk bersedekah untuk memperoleh rejeki lebih banyak.  Ini saran yang sangat masuk akal bahkan dalam bahasan diluar keagamaan sekalipun.  Dalam kondisi tidak mempunyai apa-apa kita akan melakukan sesuatu yang mustahil dilakukan ketika dalam keberlimpahan harta.</p>
<p>Diakui atau tidak, untuk bersedekah tidak semua orang dapat melakukannya dengan ikhlas, apalagi untuk bersedekah sampai habis gaji/hartanya.  Menabunglah sampai gaji anda habis sebagai inisiasi ikhlas untuk memperoleh perilaku-perilaku relegius di atas, sehingga dapat menyambut perilaku ikhlas yang berulang dalam kehidupan bermasyarakat.  Insya Allah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/habiskan-gaji-inisiasikan-ikhlas-di-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Produk pendamping &amp; personal branding</title>
		<link>http://www.javasecret.com/produk-pendamping-sebagai-kunci-master-seorang-pemenang.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/produk-pendamping-sebagai-kunci-master-seorang-pemenang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 09:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Menjadi Supplier]]></category>
		<category><![CDATA[Supplier Forum]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[corporate branding]]></category>
		<category><![CDATA[master key]]></category>
		<category><![CDATA[personal branding]]></category>
		<category><![CDATA[produk pendamping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang mari kita bahas lebih dalam mengenai produk pendamping, melanjutkan artikel saya sebelumnya (namun demikian artikel ini dapat dipahami secara mandiri. Ini strategi nulis saya saja, yang selalu posting satu topik pada dua artikel/bersambung. Tipsnya nanti saya share deh&#8230;, kalau gak lupa hehe&#8230;). Produk pendamping tidak melulu berorientasi pada laba, tetapi terutama untuk membangun personal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fproduk-pendamping-sebagai-kunci-master-seorang-pemenang.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fproduk-pendamping-sebagai-kunci-master-seorang-pemenang.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sekarang mari kita bahas lebih dalam mengenai produk pendamping, melanjutkan artikel saya <a href="http://www.javasecret.com/memiliki-produk-sendiri-haruskah.html">sebelumnya </a>(namun demikian artikel ini dapat dipahami secara mandiri.  Ini strategi nulis saya saja, yang selalu posting satu topik pada dua artikel/bersambung.  Tipsnya nanti saya share deh&#8230;, kalau gak lupa hehe&#8230;).  </p>
<p>Produk pendamping tidak melulu berorientasi pada laba, tetapi terutama untuk membangun personal branding/corporate branding.  </p>
<p><strong>Dilakukan oleh perusahaan besar</strong><br />
Beberapa tahun yang lalu ketika masih aktif menjadi penulis lepas di Kompas dan media ibukota lainnya (Republika, Media Indonesia, Suara Karya, Matra, Senior, Intisari dll) saya mendapat informasi bahwa Group Kompas rela melakukan subsidi ke salah satu media terbitannya yang merugi (tidak perlu saya sebut produknya karena saya tidak melakukan kros cek ke Kompas, mohon maaf kalau saya salah ya Kompas, karena bahasan ini sekedar untuk mempermudah pembahasan artikel).  </p>
<p>Dengan kata lain media tersebut terus diproduksi meskipun merugi.  Saya juga heran kok ya rugi padahal media tersebut banyak penggemarnya dan sempat ada satu media yang mengikuti jejaknya bahkan dengan nama yang miri-mirip dengan media dimaksud.  Terus apa untungnya?<br />
<strong><br />
Nekad?</strong><br />
Bukan! Pertanyaannya adalah kenapa rugi kok tetap diproduksi?  Ini adalah pertanyaan saya waktu itu ketika baru mendapat kabar tsb. Ternayata hal tersebut terkait dengan Corporate Branding, yaitu nama besar Group Kompas/Gramedia.<br />
<strong><br />
Apa untungnya?</strong><br />
Salah satunya adalah untuk meningkatkan corporate image.  Bayangkan kalau sebuah perusahaan besar sampai melikuidasi salah satu terbitannya yang sudah berumur sangat lama &#038; mempunyai image sangat bagus di masyarakat hanya gara-gara operasional salah satu terbitannya tidak meraih untung.  Pasti image terhadap perusahaan tersebut akan menurun dan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat pada produk keseluruhan perusahaan.  Hal ini akan berujung pada penurunan laba perusahaan.</p>
<p><strong>Perlukah untuk level pebisnis spt kita?</strong><br />
Sangat perlu! Apalagi untuk anda yang sudah mempunyai produk sendiri, saya sarankan untuk mulai membangun produk pendamping spt ini.  Produk pendamping dapat berupa produk 100% free (misalnya ebook gratis, atau ebook murah, atau web support terbaik) atau dapat juga berupa produk komersial eksklusif yang benar-benar utk meningkatkan personal image/branding (harga produk dapat sangat mahal &#038; berkualitas namun belum tentu menghasilkan keuntungan terbesar dalam bisnis ybs).  </p>
<p>Kedua cara tersebut sedang &#038; telah dilakukan oleh TDWuniversity yang menghebohkan itu&#8230;.(pelajari apa yang dilakukan oleh TDW selama ini dan posisikan anda untuk mencapai spt TDW, setidaknya mendekati atau bahkan justru melebihi TDW).<br />
<strong><br />
Kunci master!</strong><br />
Personal branding/image dengan kedua cara diatas adalah kunci utama untuk mencapai kejayaan dan tetap bertahan dalam &#8220;kejayaan&#8221; yang cukup lama (baca juga buku Good to Great).  Ini adalah cara yang harus ditempuh oleh semua calon <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/pemenang_/234/2">pemenang </a>yang sering dihindari oleh para pecundang!<br />
<em><strong><br />
Artikel ini belum lengkap (belum semua isi pikiran saya &#8220;tumpah&#8221;).  Mari kita lengkapi di kolom komentar.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/produk-pendamping-sebagai-kunci-master-seorang-pemenang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memiliki produk sendiri, haruskah?</title>
		<link>http://www.javasecret.com/memiliki-produk-sendiri-haruskah.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/memiliki-produk-sendiri-haruskah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 05:17:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Menjadi Supplier]]></category>
		<category><![CDATA[Supplier Forum]]></category>
		<category><![CDATA[brand image]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[personal branding]]></category>
		<category><![CDATA[produk sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[reseller offline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Tidak! Hitung lagi sejauh Mana Keuntungan Memiliki Produk Sendiri! Setelah saya selingi dengan posting penipuan kemarin, sekarang saya bahas kembali mengenai Produk. Saya tertarik membahas topik ini karena dalam satu bulan ini saya masih belum mantap untuk creat satu produk baru yang 100% produk milik sendiri. Saya juga kurang tahu, tidak seperti ketika memulai bisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fmemiliki-produk-sendiri-haruskah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fmemiliki-produk-sendiri-haruskah.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong><em>Tidak!  Hitung lagi sejauh Mana Keuntungan Memiliki Produk Sendiri!</em></strong></p>
<p>Setelah saya selingi dengan posting penipuan kemarin, sekarang saya bahas kembali mengenai <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/Produk/226/1">Produk</a>.  Saya tertarik membahas topik ini karena dalam satu bulan ini saya masih belum mantap untuk creat satu produk baru yang 100% produk milik sendiri. Saya juga kurang tahu, tidak seperti ketika memulai bisnis Javasugar.com, tetapi untuk melahirkan produk sendiri ini kok cukup sulit mematapkan diri untuk segera launching produk.</p>
<p><strong>Apakah Lebih Menguntungkan?</strong><br />
Beberapa kali saya menghitung-hitung keuntungan yang akan saya peroleh apabila melahirkan produk baru ini (produk sembako untuk bisnis offline).  Sampai perhitungan terakhir, saya hitung per item produk baru tersebut, ternyata dapat saya simpulkan sebagai berikut :</p>
<p>Sebagai &#8220;produsen&#8221; sekaligus sebagai &#8220;pemasar&#8221; keuntungan per item sama dengan dengan keuntungan (laba) yang saya peroleh ketika memasarkan produk milik orang lain (produk existing yang saat ini saya pasarkan).</p>
<p>Berdasarkan kesimpulan ini saya kemudian melakukan analisa ulang dengan membandingkan produk-produk milik perusahaan besar seperti produk Sido Muncul, produk Mayora dan produk-produk milik perusahaan lain yang sejenis  (O-ya, sebelaumnya saya sudah melakukan survey pasar).  Perhitungan saya sampai sangat ekstrim dengan memposisikan diri sekaligus sebagai petani sehingga dapat memperoleh biaya produksi yang rendah.  Kesimpulan saya masih tetap sama dengan di atas, lebih menguntungkan memasarkan produk existing yang notabene milik orang lain (memang perbandingan tsb tida aplle to apple karena beda produk dan beda pangsa pasarnya).</p>
<p><strong>Terus Gimana Dong?</strong><br />
Bangun Network!  Apa hubungannya dengan harga dan biaya produksi?<br />
Analisa kedua saya menyimpulkan bahwa kekuatan network adalah kunci keberhasilan pemasaran produk offline.  Saya telah menghitung sampai rinci bagaimana sebuah perusahaan besar dapat menjual harga &#8220;jahe wangi&#8221; seharga Rp 3.100,- (per 5 sachet) di tingkat supermarket padahal angka tersebut baru merupakan biaya modalnya saja buat pemula (pemula yang mendapatkan bahan produksi dari orang kedua, bukan dari petani langsung).</p>
<p>Nah&#8230;, hubungannya dengan network adalah terkait dengan keuntungan (laba) yang akan diperoleh.  Dari contoh rencana launching produk saya di atas, meskipun keuntungan hanya 50% dari keuntungan produk eksisting, akan tetap mendatangkan laba besar apabila network sudah dibangun dengan kuat.  Bayangkan kalau keuntungan yang kecil sementara networknya (jangkauan pasarnya) juga kecil, tentu tidak sebanding dengan usaha penciptaan produk yang cukup rumit dan bikin capek.</p>
<p><strong>Produk Pendamping</strong><br />
Inilah &#8220;makna&#8221; produk pendamping yang sering saya sampaikan kepada member Javasugar.com selama ini.  Produk bermargin kecil boleh saja launching untuk mendampingi produk utama karena margin kecil tersebut akan menjadi besar nilainya mengingat subsidi transportasi, promosi, dll diperoleh dari &#8220;aktivitas&#8221; produk utama.  </p>
<p>Produk pendamping bahkan sering memperkuat brand image produk utama dan brand image pemilik produk.  Ini jauh lebih penting dari sekedar laba dikantong.  Tak heran perusahaan besar sering rela mempertahankan eksistensi produk pendampingnya padahal merugikan perusahaan secara materi.  Ini adalah sebuah <strong>strategi</strong>!  </p>
<p><strong><em>Hati-hati kasih comment ya, karena leading &#038; endingnya kontroversial, ketahuan yang baca beneran dengan yang baca sepintas saja.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/memiliki-produk-sendiri-haruskah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah kunci melakukan ekspansi bisnis pribadi</title>
		<link>http://www.javasecret.com/inilah-kunci-melakukan-ekspansi-bisnis.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/inilah-kunci-melakukan-ekspansi-bisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 18:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Menjadi Supplier]]></category>
		<category><![CDATA[Supplier Forum]]></category>
		<category><![CDATA[ekspansi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Artikel kali ini masih tetap mengenai uang. Memang artikel di sini kebanyakan “matre”, melulu mengenai uang. Hal ini semata karena uang banyak dicari oleh kebanyakan orang, tak terkecuali saya dan anda (ngaku deh…). Periodik Seperti halnya “bercinta”, uang dapat memberikan sensasi yang dicari secara periodik. Uang akan memberi sensasi yang luarbiasa ketika hadir pada saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Finilah-kunci-melakukan-ekspansi-bisnis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Finilah-kunci-melakukan-ekspansi-bisnis.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Artikel kali ini masih tetap mengenai uang.  Memang artikel di sini kebanyakan “matre”,  melulu mengenai uang.  Hal ini semata karena uang banyak dicari oleh kebanyakan orang, tak terkecuali saya dan anda (ngaku deh…).</p>
<p><strong>Periodik</strong><br />
Seperti halnya “bercinta”, uang dapat memberikan sensasi  yang dicari secara periodik.  Uang akan memberi sensasi yang luarbiasa ketika hadir pada saat nyaris sengsara.  Maka ia akan menjadi malaikat penyelamat.  Bayangkan kalau setiap hari mengalir ke rekening anda sejumlah  uang secara pasti sampai semua keturunan anda terjamin, apa yang anda rasakan?  Tidak sensasional lagi….., meskipun menjadi fenomena yang sesnsasional buat orang lain yang melihatnya.<br />
<strong><br />
Bertumbuh</strong><br />
Ketika membangun bisnis <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/Javasugar_com/193/1">Javasugar.com</a> saya tidak mendapat uang (laba) sama sekali, karena marginnya  nol  (justru rugi).  Produk seharga 5 ribu saya jual 5 ribu juga sehingga transport dan tenaga tidak terbayar.  Minggu berikutnya saya mendapat margin 2 ribu per 500 gram.  Berikutnya margin turun menjadi 1200 per  500 gram tetapi  omset meningkat tajam.  Hal ini berlangsung cukup lama sampai suatu saat saya mendapat pemasar-pemasar tangguh sehingga menguasai beberapa wilayah Jakarta dan Depok yang berujung ekspor.  Ini bukanlah….</p>
<p><strong>Puncak Kejayaan?</strong><br />
Orang sering menyebut keberhasilan seseorang sebagai  puncak kejayaan ketika mendapati ybs jatuh.  Tetapi tanyakan kepada ybs apakah yang ia rasakan ketika mendapati kejayaan dimaksud?  Ia baru bisa merasakannya (menyadari)  sekarang ketika kejayaan itu sudah hilang.  Adakah pelajaran dari kejadian ini?</p>
<p><strong>Bersyukurlah</strong><br />
Saya sering menyarankan kepada member <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/Javaformula_com/193/2">Javaformula.com</a> dan posting comment saat blogwalking untuk memikirkan apa yang anda miliki, bukan sebaliknya untuk memikirkan apa yang belum anda miliki.  Alasanya adalah untuk merangsang syukur anda atas kepemilikan dan pencapaian apapun.  Rasa syukur tidak terkait puncak kejayaan tetapi  justru membetuk perilaku produktif untuk mencari syukur-syukur yang lain.  Hal ini sangat terkait dengan “perilaku”  bawah sadar.  Terapkan dan anda akan mendapatkan keajaiban-keajaiban dalam bisnis anda yang semakin produktif.  Rasa syukur lain akan anda dapatkan dalam keberhasilan bisnis anda.</p>
<p><strong>Kontradiksi</strong><br />
Hal ini memang bertentangan dengan saran kebanyakan motivator untuk memikir apa yang anda inginkan.  Pola pikir semacam ini sangat “mengecilkan” apa yang sudah anda miliki sehingga  sangat jauh dari rasa syukur.  Rubahlan pola pikir anda dalam hal goal setting ini karena hal ini justru sangat tidak produktif dan “jauh” dari Tuhan.  <strong>Astaghfirullah…</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/inilah-kunci-melakukan-ekspansi-bisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
