<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Share Our Secret &#187; Human Resource</title>
	<atom:link href="http://www.javasecret.com/category/5/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.javasecret.com</link>
	<description>wealth account of reference</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 00:58:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana kalau kepemimpinan berbasis perasaan</title>
		<link>http://www.javasecret.com/bagaimana-kalau-kepemimpinan-berbasis-perasaan.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/bagaimana-kalau-kepemimpinan-berbasis-perasaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 00:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Resource]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan efektif]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[sense of belonging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=751</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering menyampaikan bahwa hidup adalah &#8216;pilihan rasa&#8217;. Apapun yang kita peroleh hari ini (entah kebahagiaan atau kesengsaraan), kita dapat memilih &#8216;rasa&#8217; apa saja yang akan kita ekspresikan dalam tubuh kita, kepada teman, kepada saudara dan kepada keluarga. Demikian juga dalam sebuah leadership, ternyata kepemimpinan berbasis &#8216;rasa&#8217; dapat diterapkan untuk menghasilkan kinerja terbaik. Sadar tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fbagaimana-kalau-kepemimpinan-berbasis-perasaan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fbagaimana-kalau-kepemimpinan-berbasis-perasaan.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/Saya_/751/1">Saya </a>sering menyampaikan bahwa hidup adalah &#8216;pilihan rasa&#8217;.  Apapun yang kita peroleh hari ini (entah kebahagiaan atau kesengsaraan), kita dapat memilih &#8216;rasa&#8217; apa saja yang akan kita ekspresikan dalam tubuh kita, kepada teman, kepada saudara dan kepada keluarga.</p>
<p>Demikian juga dalam sebuah <em>leadership</em>, ternyata kepemimpinan berbasis &#8216;rasa&#8217; dapat diterapkan untuk menghasilkan kinerja terbaik.  Sadar tidak sadar, kita sering mengesampingkan penajaman &#8216;rasa&#8217; atau <em>sensing</em> dan memandang rendah kontribusi &#8216;rasa&#8217; terhadap keberhasilan seseorang dalam karir dan pekerjaan. Kita tahu, seseorang yang diproyeksikan untuk naik jabatan, biasanya akan menerima pembekalan dan pelatihan intensif terkait prosedur, manajemen,  analisa dan <em>problem solving</em>, namun umumnya hanya sedkit menyentiuh &#8216;rasa&#8217;. </p>
<p>Betapa ruginya, kalau rasa atau <em>sensing</em> yang kita fungsikan baru sebatas &#8216;panca indera&#8217; saja: cium, dengar , kecap, lihat, raba?  Bagaimana dengan intuisi, firasat, simpati, empati, rasa percaya dan tidak percaya, yang kesemuanya melibatkan &#8216;rasa&#8217;? Bisakah ini semua kita golongkan sebagai indera keenam? Bukankah &#8216;rasa&#8217; ini, seperti halnya panca indera kita, berfungsi sebagai antena atau radar, modal kita mengambil tindakan? Tepat sekali bila dalam lembaga-lembaga yang berkegiatan &#8216;putar otak&#8217; intensif, senantiasa diingatkan untuk menggalakkan penggunaan perasaan  ini untuk &#8216;mengelola manusia&#8217; dan berpikir kreatif.</p>
<p><strong>Menajamkan Kesadaran (Awareness)</strong></p>
<p>Perlu kita ingat bahwa menginderai dan kemudian mengetahui, sangat<br />
berbeda dengan menyadari (<em>awareness</em>). Sebagai contoh sederhana, semua orang tahu bahwa ini adalah minggu kedua bulan Oktober, tetapi belum tentu semua orang menyadari bahwa akhir tahun tinggal 2 bulan lagi.  Kita yang bisa memanfaatkan panca indera tanpa upaya keras, ternyata sering lupa untuk mengasahnya. Sementara, seseorang yang buta sejak lahir, masih bisa me-&#8217;rasa&#8217;-kan warna-warninya dunia, tanpa membayangkannya.</p>
<p>Kita lihat, justru orang-orang yang sukses, baik dalam kepemimpinan<br />
maupun dalam berwirausaha mempunyai keahlian memelihara kesadaran-kesadaran ini. Dari kesadaran seperti inilah orang bisa melakukan antisipasi, membuat asumsi, memprediksi dan mengelola banyak kegiatan pikir lainnya yang tidak bisa dikuasai melalui latihan saja, melainkan perlu diasah secara individual.</p>
<p><strong>Mengapa Kita Sering Kebal?</strong></p>
<p>Seorang ahli mengatakan bahwa kekebalan /&#8217;awareness&#8217;/ kita berasal dari ketidakmampuan kita me-&#8217;rasa&#8217;-kan wanginya sekuntum mawar ketika kita merabanya. Bahkan ahli tersebut mengatakan bahwa kemampuan me-&#8217;rasa&#8217;-kan itu adalah kemampuan mengenal realitas yang sebenarnya. Kita bisa tidak mengembangkan kemampuan me-&#8217;rasa&#8217; ini karena tidak menyadarinya. </p>
<p>Seringkali hal tersebut kita samakan dengan pengetahuan. Padahal, kemampuan merasa (<em>sensing</em>) ini merupakan penajaman radar, sensor atau antena untuk mengoptimalkan daya tangkap yang jauh lebih kompleks daripada sekedar menangkap perabaan, penglihatan, pendengaran dan penciuman. Kompleksitas penangkapan ini banyak melibatkan penghayatan sosial, religius dan emosi sehingga bisa menghasilkan penyimpulan yang kaya.</p>
<p>Lalu, mengapa individu sering tidak menajamkan bahkan secara tidak langsung  menumpulkannya?  Banyak orang tidak mau tahu sampai akhirnya tidak &#8216;ngeh&#8217; bahwa dalam dirinya ada kemampuan itu.  Seorang teller bank,misalnya,  mempunyai prosedur standar yang harus dijalankan bila mencurigai seseorang. Bila prosedur ini sudah dilakukan  ratusan kali, maka sebenarnya <em>sensing</em> atau kita sering menyebutnya dengan <em>feeling</em>, harus lebih bekerja. Ia pun mestinya mampu mencerap situasi dengan &#8216;radar&#8217;-nya, sebelum  melakukan cek-ricek dengan inderanya lagi.</p>
<p>Nah, bila kita sadar bahwa kita dipersenjatai dengan <em>awareness</em> seperti ini, bukankah kita akan bisa lebih tajam &#8216;melihat&#8217; apa yang selama ini &#8216;tidak kita lihat&#8217;?  Bukankah kita bisa menemukan hal-hal yang terlewat, seperti mengenal potensi anak buah secara mendalam, meramalkan kesuksesan anak buah, memilih anak buah yang bisa kita percaya atau menilai apakah seorang pelanggan prospek atau tidak. Hanya dengan kesadaran ini jugalah kita bisa menciptakan  dan kemudian menikmati suasana saling menghargai, saling percaya dan kerjasama.</p>
<p><strong>Berdansa dalam Penghayatan</strong><br />
Siapa yang tidak pernah mendengar ungkapan maxim: <strong>&#8220;Think with your head, not with your heart&#8221;? </strong>  Hal ini, lalu telak-telak dibantah oleh para ahli neurologi yang meyakini betapa kompleksnya penginderaan  dan  betapa hebatnya hasil dari timbal balik kerja otak, daya pikir, rasa dan indera. Lihat saja bahwa orang yang dihadapkan pada situasi yang sama, bisa mempunyai konteks dan ketajaman penghayatan yang berbeda dengan orang lainnya. Ternyata, kita dibekali dengan seribu indera yang bisa diaktifkan untuk berkolaborasi satu dengan lainnya. Mungkin inilah sebabnya banyak ungkapan lintas-indera yang digunakan untuk pemahaman dan penangkapan mendalam tetang sesuatu hal, misalnya: &#8220;<strong>having a nose for the job&#8230;</strong>&#8221;  atau &#8220;<strong>Breathe through your feet</strong>&#8220;.</p>
<p>Tampaknya inilah gunanya jendela-jendela luas untuk menikmati cakrawala yang jauh dan indah untuk para eksekutif, agar senantiasa meng-elevasi &#8216;senses&#8217;-nya, sehingga ia punya daya untuk menggerakkan korporasi dan membuat suasana interaksi yang kian kondusif. Kita pelajari bahwa pencerapan  dan &#8216;awareness&#8217; manusia ternyata jauh dan dalam. Tidak hanya fungsional, tapi juga mendesain. Tidak cuma sekadar tanya-jawab tetapi juga berceritera. Tidak saja fokus, tetapi juga ber-simfoni. Tidak saja logika, tetapi juga empati. Tidak saja keseriusan tetapi juga &#8216;bermain&#8217;.  Bukan hanya akumulasi tetapi juga &#8216;meaning&#8217;. Di sinilah letak misteri ditumbuhkannya :</p>
<p>1. sense of self<br />
2. sense of direction<br />
3. sense of action<br />
4. sense of organizing<br />
5. sense of moral direction<br />
6. sense of environment<br />
7. sense of belonging<br />
Dan, wah, masih banyak lagi, bahkan tak berbatas!<br />
(diolah dari <em>experd</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/bagaimana-kalau-kepemimpinan-berbasis-perasaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rindu kerja, mungkinkah?</title>
		<link>http://www.javasecret.com/rindu-kerja-mungkinkah.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/rindu-kerja-mungkinkah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 00:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Resource]]></category>
		<category><![CDATA[Learning Center]]></category>
		<category><![CDATA[budaya perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[corporate culture]]></category>
		<category><![CDATA[gila kerja]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan produktif]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[rindu kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering berfikir, bagaimana caranya membuat pegawai rindu untuk datang ke kantor dan seolah-olah tidak &#8220;betah&#8221; dirumah. Betapa pemilik perusahaan sangat senang apabila pegawainya betah dikantor untuk bekerja dengan baik, mempunyai hubungan kerja yang baik dengan perusahaan dan dengan sesama pegawai, produktif, bekerja nggak ada bedanya dengan bermain atau menekuni sebuah hobi, kesenangan, fun dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Frindu-kerja-mungkinkah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Frindu-kerja-mungkinkah.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya sering berfikir, bagaimana caranya membuat pegawai <strong>rindu </strong>untuk datang ke <strong>kantor </strong>dan seolah-olah tidak &#8220;betah&#8221; dirumah.  Betapa pemilik perusahaan sangat senang apabila pegawainya betah dikantor untuk bekerja dengan baik, mempunyai hubungan kerja yang baik dengan perusahaan dan dengan sesama pegawai, <strong>produktif</strong>, bekerja nggak ada bedanya dengan bermain atau menekuni sebuah hobi, kesenangan, fun dan KPI tercapai lebih dari 100%.  Apa sajakah yang dapat membuat &#8220;mimpi&#8221; itu dapat terwujud?</p>
<p>Saya berkali-kali (mengulang-ulang) baca budaya kerja perusahaan <em>southwest airline</em> ini : </p>
<p>Memimpin dengan member contoh. Nilai-Nilai Utama perusahaan adalah profitabilitas, biaya rendah, <strong>keluarga, fun, cinta</strong>, kerja keras, <strong>kebebasan individu, rasa memiliki</strong>, pelayanan terbaik, keseimbangan internal, akal sehat yang tepat, <strong>kesederhanaan </strong>dan kemanusiaan.</p>
<p>Pantas saja kalau perusahaan ini menjadi <em>leader </em>di dunia penerbangan dan menjadi acuan banyak perusahaan tidak hanya perusahaan bidang penerbangan saja tetapi juga seluruh perusahaan, termasuk perusahaan tempat saya bekerja saat ini.  Memang butuh tim budaya yang sangat kuat, kompak, dan tujuan yang sama  untuk menjadi perusahaan  terbaik di bidangnya.  </p>
<p>Sayangnya saya saat ini tidak bisa membawa tim budaya ke arah tersebut, saya seperti memakai batik ditengah-tengah orang berpakaian renang&#8230;., siapa yang tidak akan mengolok-olok saya?  Siapa yang tidak aneh dan menertawakan saya melihat &#8220;kekonyolan&#8221; ini?</p>
<p>OK, semua harus dipejuangkan sampai berhasil, meski seolah &#8220;bekerja sendirian&#8221;, membuat <em>goal setting</em> sendiri, membuat <em>roadmap </em>sendiri&#8230;, ditertawakan sendirian, diolok-olok sendirian&#8230;  Orang &#8220;gila&#8221; memang tidak bisa berfikir sama dengan orang sehat.  Dan saya saat ini akan membuat diri saya lebih &#8220;gila&#8221; lagi.  Saya &#8220;boleh&#8221; mentertawakan mereka karena saya GILA!!!  <strong>Mekipun&#8230;.., tawa saya sangat lirih&#8230;.!!!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/rindu-kerja-mungkinkah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata teknik SEO itu &#8220;penipuan&#8221; sangat terencana!</title>
		<link>http://www.javasecret.com/ternyata-teknik-seo-itu-penipuan-sangat-terencana.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/ternyata-teknik-seo-itu-penipuan-sangat-terencana.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Resource]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[key word menipu]]></category>
		<category><![CDATA[konsep menulis 5w]]></category>
		<category><![CDATA[konsep seo yang salah]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan teknik seo]]></category>
		<category><![CDATA[reporter yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[seo itu penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang anda pikirkan dengan teknik seo? Apakah halaman pertama google, trafik, PR tinggi, job melimpah, penghasilan besar, komentar berkepanjangan? Sayangnya ada sisi lain yang mungkin tidak penah anda fikirkan, yaitu &#8220;penipuan&#8221;! Perkembangan negatif Apabila anda melakukan googling (maksudnya melakukan serching) dengan satu key word tertentu dan mendapati satu atau banyak link hasil optimasi search [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fternyata-teknik-seo-itu-penipuan-sangat-terencana.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Fternyata-teknik-seo-itu-penipuan-sangat-terencana.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Apa yang anda pikirkan dengan <strong>teknik seo</strong>?  Apakah halaman pertama google, trafik, PR tinggi, job melimpah, penghasilan besar, komentar berkepanjangan?  Sayangnya ada sisi lain yang mungkin tidak penah anda fikirkan, yaitu <strong>&#8220;penipuan&#8221;</strong>!</p>
<p><strong>Perkembangan negatif</strong><br />
Apabila anda melakukan googling (maksudnya melakukan serching) dengan satu <strong>key word</strong> tertentu dan mendapati satu atau banyak link hasil optimasi search engine dengan konten sekedarnya karena keperluan trafik bagi pemilik blog apakah anda tidak akan kecewa?  Bandingkan dengan pencarian yang pernah anda lakukan pada beberapa tahun yang lalu ketika belum dikenal konsep SEO (penerapan konsep seo belum dilakukan), apa yang anda cari diinternet melalui mesin pencari google misalnya lebih mudah anda ketemukan.  </p>
<p>Bandingkan dengan pencarian yang anda lakukan sekarang dengan satu key word tertentu apakah yang anda temukan sesuai dengan yang anda cari?  Saat ini banyak sekali key word bertebaran dalam konten blog dengan kualitas artikel seadanya, tidak memberi solusi hanya untuk kepentingan meningkatkan trafik blog semata.  Apakah konsep seperti ini yang di anut oleh teknik SEO selama ini?  Apakah ini sebuah perkembangan penulisan artikel yang diharapkan?  Adakah sumbangsihnya untuk perkembangan dunia penulisan artikel dari sisi konten?</p>
<p><strong>Penipuan Terencana</strong><br />
Salah satu yang dilakukan oleh kebanyakan blogger penganut konsep SEO adalah &#8220;nembak keyword&#8221;, yaitu satu kegiatan penulisan konten yang sarat key word (bertevbaran key word) sepanjang artikel yang korelasinya dengan isi artikel sering tidak pad tempatnya.  Konsep seperti inilah yang sering membuat pencari informasi merasa &#8220;tertipu&#8221; karena isi artikel sering seadanya saja, bahkan terkesan sebuah kumpulan key word tanpa makna.</p>
<p>Menulislah dengan baik menganut teknik penulisan 5W dalam konsep penulisan reporter sehingga lebih bermanfaat untuk dibaca, dimengerti, dimanfaatkan dan mempunyai nilai manfaat yang tinggi.  Kemudian kalau anda menganut konsep SEO dan akan menerapakan teknik-teknik seo yang telah anda pelajari, sisipkan key word dengan tidak merubah isi, kualitas dan kenyamanan dalam membaca artikel yang anda tulis.  Seperti inilah seharusnya blogger membuat artikel, sehingga memberi sumbangsih yang tinggi terhadap perkembangan dunia penulisan di internet.  Salurkan hobi menulis anda untuk kepentingan pembaca, bukan kepentingan trafik blog anda!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/ternyata-teknik-seo-itu-penipuan-sangat-terencana.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>1/2 ton ini mungkin berkah ramadhan tahun ini!</title>
		<link>http://www.javasecret.com/12-ton-ini-mungkin-berkah-ramadhan-tahun-ini.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/12-ton-ini-mungkin-berkah-ramadhan-tahun-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 00:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Export]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resource]]></category>
		<category><![CDATA[berkah ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis gula jawa]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis offline]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis riil]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis ritel]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor gula ke taiwan]]></category>
		<category><![CDATA[omset ekspor gula jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering mengatakan bahwa moment bulan puasa, ramadhan dan hari raya lebaran adalah saat terjadinya tsunami omset terbesar terkait hampir semua bisnis retail terutama di Indonesia. Momoent ini bahkan menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh kebanyakan peritel. Tak heran semua macam bisnis, dagangan, dan profesi baru muncul pada moment ini. Ini mungkin berkah ramadhan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2F12-ton-ini-mungkin-berkah-ramadhan-tahun-ini.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2F12-ton-ini-mungkin-berkah-ramadhan-tahun-ini.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya sering mengatakan bahwa moment bulan puasa, ramadhan dan hari raya lebaran adalah saat terjadinya tsunami omset terbesar terkait hampir semua bisnis retail terutama di Indonesia.  Momoent ini bahkan menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh kebanyakan peritel.  Tak heran semua macam bisnis, dagangan, dan profesi baru muncul pada moment ini.  Ini mungkin berkah ramadhan untuk hamba yang bersedia mencari berkah.</p>
<p>Tetapi tidak demikian dengan omset <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/Javasugar_com/523/1">Javasugar.com</a> khususnya omset ekspor.  Baru semalam saya mendapat pemberitahuan bahwa order pengiriman ke Taiwan minggu depan cukup dikirim 1/2nya saja dari kiriman sebelumnya.  Ini artinya omset minggu depan berkurang sebanyak  1/2 ton.  Kecewa?  Alhamdulilah tidak, malah ada syukur dibalik penurunan omset ini karena ternyata kita sedang overload untuk memenuhi kebutuhan lokal karena terkait permintaan selama bulan ramadhan ini.</p>
<p>Dari semalam saya mencoba mencari <a href="http://www.javasecret.com/ramadhan-bisnis-manusia-dengan-tuhan.html">berkah </a>yang Allah berikan, mungkin ini adalah kesempatan yang Allah berikan kepada kami untuk lebih fokus memenuhi kebutuhan lokal karena sedang menjalankan ibadah puasa ramadhan.  Terima kasih Allah, telah Kau peringatkan kami lewat penurunan omset ini dan Kau gantikan dengan pelayanan terbaik omset lokal.  Semoga aku tetap bisa mendapatkan berkah Mu. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/12-ton-ini-mungkin-berkah-ramadhan-tahun-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah yang membedakan Good Manager dengan Real Change Leader</title>
		<link>http://www.javasecret.com/inilah-yang-membedakan-good-manager-dengan-real-change-leader.html</link>
		<comments>http://www.javasecret.com/inilah-yang-membedakan-good-manager-dengan-real-change-leader.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 00:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Head Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resource]]></category>
		<category><![CDATA[Learning Center]]></category>
		<category><![CDATA[change leader]]></category>
		<category><![CDATA[good manager]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan teladan]]></category>
		<category><![CDATA[learning culture]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin teladan]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[real change leader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.javasecret.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ngomongin mengenai pemimpin. Yaitu pemimpin yang sebenarnya, real change leader, change agent! Mindset RCL Tidak banyak para manajer tradisional yang mampu menjadi real change leader (RCL). Alasannya adalah mindset (pola pikir), yaitu : [1] Good managers selalu berusaha untuk mengendalikan keadaan; RCL berani untuk mengambil risiko untuk perbaikan. [2] Good managers mengupayakan hasil melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Finilah-yang-membedakan-good-manager-dengan-real-change-leader.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.javasecret.com%2Finilah-yang-membedakan-good-manager-dengan-real-change-leader.html&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sekarang ngomongin mengenai <strong><a href="http://www.javasecret.com/inilah-karyawan-terbaik-di-perusahaan-terbaik.html">pemimpin</a></strong>.  Yaitu pemimpin yang sebenarnya, <strong>real change leader, change agent</strong>!</p>
<p><strong>Mindset RCL</strong><br />
Tidak banyak para manajer tradisional yang mampu menjadi <strong>real change leader (RCL)</strong>.  Alasannya adalah mindset (pola pikir), yaitu :</p>
<p>[1] Good managers selalu berusaha untuk mengendalikan keadaan; RCL berani untuk mengambil risiko untuk perbaikan. </p>
<p>[2] Good managers mengupayakan hasil melalui anggaran dan sumber daya; </p>
<p>[3]RCL meraih tujuan dengan mengerahkan SDM-nya. </p>
<p>[4] Good managers seringkali termotivasi oleh keberhasilan pribadi; RCL ingin membuat perbedaan dalam kinerja. </p>
<p>[5]Good managers mau mendelegasikan tugasnya; RCL menikmati untuk ikut “terlibat langsung”. </p>
<p><strong>Perbedaan utama</strong><br />
Good managers dapat mempelajari ketrampilan yang dimiliki RCL jika mereka memiliki mindset yang tepat, namun sedikit dari mereka yang melakukan hal ini. Perbedaan utama terdapat pada 4 area:</p>
<p>[1] Hubungan Linchpin, atau membangun keterkaitan yang solid antara realitas pasar, aspirasi kepemimpinan puncak (top leadership) dan kapabilitas tenaga kerja</p>
<p>[2] Dampak 360-derajat yang dicapai dengan mempengaruhi orang banyak – atasan, bawahan, dan rekan kerja – untuk berubah</p>
<p>[3] Perangkat yang dapat dikembangkan melalui berbagai macam pendekatan yang terus menerus diperbaiki</p>
<p>[4] Gaya kepemimpinan yang fleksibel. Seperti pemain baseball yang mampu memukul bola dari kedua sisi, RCL memiliki kapasitas untuk menggunakan lebih dari satu gaya kepemimpinan </p>
<p>RCL terus terjaga dengan informasi terkini, tapi juga seringkali memungkinkan mereka untuk mengambil langkah cepat untuk memanfaatkan kelemahan pesaing.   <strong>RCL percaya bahwa tidak ada <a rel="nofollow" href="http://www.javasecret.com/goto/motivator_/514/2">motivator </a>yang lebih baik daripada informasi kondisi pasar</strong>.</p>
<p><strong>Inilah alasannya</strong><br />
RCL menghubungkan aspirasi top management dan tujuan strategis dengan pemahaman baru mengenai pasar dan aksi nyata tenaga kerja yang responsif. Mereka sangat ingin mencari tahu tentang realitas pasar; penolakan tidak ada didalam kamus mereka, pendapat orang lain cenderung mereka uji. Secara rutin mereka berbicara dengan pelanggan dan lebih dulu mencari tahu apa yang direncanakan pesaing lain. Mereka menggunakan informasi bisnis ini untuk menambah semangat kerja pegawai di sekitarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.javasecret.com/inilah-yang-membedakan-good-manager-dengan-real-change-leader.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
