Bisnis, mulailah sejak muda meski tidak diajarkan di sekolah!
Karena ihwal uang tidak diajarkan di sekolah, maka anda sebagai orang tua, kakek, nenek, om, tante, wali, atau sebagai siapapun harus dapat mengajarkan mengenai uang kepada anak di rumah (bukan di sekolah) atau di kelas privat dengan mentor yang ahli.
Karena sejatinya, sebagian besar pengalaman kakak-kakak mereka adalah mengalami kesulitan dalam hal uang pasca kuliah, sementara ia harus segera meneruskan keturunan. Sehingga mereka sering berkelekar “Lebih enak kuliah daripada lulus kuliah”. Kenapa demikian? Karena mereka tidak siap menghadapi dunia ‘pencarian nafkah’ untuk menghidupi dirinya dalam kehidupan mandiri mereka pasca kuliah. Padahal tidak sedikit dari mereka telah menghabiskan aset orang tuanya (tanah, ternak, saham atau aset yang lain) untuk biaya kuliah mereka.
Pertanyaannya adalah, kenapa anak-anak tidak diajari cara mencari uang saja di kelas sekolah? Saya yakin kalau dilanjutkan pertanyaan ini akan banyak mengundang kontradiksi bagi sebagian besar dari anda. Tapi coba tanya pada diri anda sendiri, seberapa banyak uang yang anda keluarkan sekarang ini dan bandingkan dengan uang yang akan anak anda hasilkan kelak, sebandingkah? Karena jawaban atas pertanyaan diatas hanya akan mengandung harapan dan doa (anda akan menjawab “semoga anak saya kelak dapat melebihi saya mangkanya saya rela keluar uang sangat banyak”). Maka contoh kasusnya, lihatlah pada diri anda sekarang ini.
Pertanyaan diatas bukanlah pertanyaan pesimis, tetapi sebuah pemicu bagi perilaku penghematan bagi anda. Tidakkah di sana terdapat banyak pemborosan-pemborosan yang seharusnya anda hindari?
Kembali ke alinea pertama diatas, mari kita ajari anak-anak dengan pelajaran mengenai uang. Cobalah belikan celengan satu per satu untuk anak-anak SD anda, kemudian ajari mereka untuk mulai menabung. Tapi ingat, anak anda tidak akan menjadi berhasil dari uang yang ia tabung, melainkan dari perubahan perilaku yang terjadi dari kegiatan menabung tersebut. Mulailah sekarang untuk membuat kurikulum anak-anak anda pelajaran mengenai uang di rumah!
Related Posts:


Trackbacks & Pingbacks
[...] dari Autralia, tidak ada gunanya mencoba menemukan sesuatu yang baru dalam hal pengumpulan kekayaan. Mungkin anda tidak setuju dengan pernyataan diatas, saya pun sependapat. Tetapi mari coba kita [...]
[...] dengan gaji bulanan anda, kemudian gunakan untuk investasi yang anda kuasai atau untuk menjalankan bisnis pribadi [...]
Comments
Leave a comment