Berapa banyak sumber kekayaan anda saat ini?
Apabila anda mempunyai goal atau tujuan hidup anda seperti blog ini, yaitu kekayaan (terus terang blog ini adalah blog matre, melulu membicarakan mengenai uang), maka mau tidak mau harus membuat goal yang spesifik.
Misalnya, saya ingin mempunyai rumah idaman seharga Rp 1 miliar di Jakarta selatan paling lambat 31 Desember 2011. Meskipun mungkin sudah agak sulit mencari rumah idaman seharga itu di Jakarta Selatan, tetapi faktanya masih ADA. Kudu hunting setiap saat.
Kemudian berikutnya adalah membuat road mapnya. Roadmap disini terutama terkait dengan sumber pendanaannya. Untuk membuat roadmap yang mudah dilalui, maka kita lihat sumber-sumber keuangan yang sekarang dimiliki.
Misalnya sumber keuangan anda sekarang yang dapat anda manfaatkan untuk membeli rumah tersebut adalah sebagai berikut :
[1] Gaji sebagai karyawan.
Berapa banyak uang dari gaji yang dapat anda sisihkan untuk membeli rumah tersebut. Apakah hanya dari gaji saja anda dapat membeli rumah tersebut? Kalau tidak bisa berarti harus mencari dari sumber lain, yaitu :
[2] Bisnis pribadi.
Berapa banyak yang anda hasilkan dari bisnis pribadi ini. Sisihkan setiap bulan secara rutin dalam account khusus misalnya melalui rekening Mandiri Tabungan Rencana yang sangat membantu anda dalam melakukan saving secara ketat dan terjadual. Apabila anda belum memiliki bisnis pribadi, maka menggunakan sumber keuangan anda yang lain, yaitu :
[3] Hasil investasi saham atau investasi yang lain, misalnya forex.
Investasi melalui instrumen ini cukup menggiurkan. Bahkan ini dapat menjadi pekerjaan utama seperti yang dilakukan oleh rekan kantor saya sehingga yang bersangkutan mengajukan pensiun dini untuk kemudian full time menjadi pemain saham. Seperti point nomor 2, lakukan penyisihan keuntungan investasi secara rutin. Kalau anda belum mempunyai bisnis/investasi seperti diatas, maka anda dapat menggunakan sumber keuangan anda yang lain lagi, yaitu :
[4] Penyewaan rumah petak (kontrakan)
Ini adalah bisnis yang banyak menarik minat orang yang tidak berani menhgambil risiko seperti investasi pada nomor 3 di atas. Namun kalau anda masih juga belum mempunyai rumah kontrakan, maka anda dapat menggunakan sumber keuangan yang lain, yaitu :
[5] Lain-lain.
Misalnya bisnis yang menurut anda sepele dan sederhana yang mungkin secara harian dapat menghasilkan uang dalam jumlah cukup banyak. Menjual barang-barang konsumtif kepada rekan kantor, teman komplek, teman-teman yang ketemu saat reuni, atau hasil penjualan di pasar kaget sering menghasilkan uang dalam jumlah yang cukup banyak. Simpan keuntungan ini dalam account khusus seperti diatas.
Selanjutnya teliti dan hitung apakah hasil penyisihan dari gaji, bisnis pribadi, investasi dan lain-lain di atas telah cukup untuk membeli rumah seniali Rp 1 miliar diatas? Berapa bulan anda sanggup mengumpulkan uang Rp 1 miliar dari semua sumber keuangan diatas? Kalau masih belum cukup dan masalahnya hanya penyisihan yang kurang maka tinggal dibuatkan Roadmap untuk meningkatkan pendapatan saja. Tetapi kalau masalahnya adalah anda hanya mempunyai 1 sumber keuangan saja yaitu gaji saja, maka mungkin harus bersabar sampai anda memiliki bisnis pribadi dan investasi yang menghasilkan cukup banyak uang. Kecuali gaji anda memang sangat besar!
Related Posts:


Trackbacks & Pingbacks
[...] Memulai bisnis tidak harus dari yang besar, elit, diminati oleh orang-orang kaya, atau produk terbaru yang belum dikenal banyak orang. Kalau sebelumnya sama sekali belum pernah menjalankan bisnis apapun, maka bisnis sepele sekedar memasarkan produk milik orang lain pun dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga. [...]
Comments
Leave a comment