sugar

Tahap ke-2, kuasai dulu “kampung” anda!

sugar

Konsep ini sebenarnya justru saya pelajari dari pelaku bisnis lokal yang sekarang menjadi raksasa bisnis snack yang juga telah membuka pabriknya di China. Juga saya pelajari perjalanan produsen air mineral lokal yang sekarang telah menguasai pasar Asia.

Tetapi akhir tahun kemarin ketika saya baca buku mengenai Sang Naga, ternyata konsep tersebut memang diterapkan dan telah menjadi kekuatan utama pelaku bisnis di China yang sekarang telah mendunia seperti produsen handphone yang sudah menggeliat di Indonesia merek Huawei. Huawei terbukti telah mampu menguasai beberapa Negara bukan hanya dalam memproduksi handphone setelah sebelumnya memperkokoh bisnisnya di dalam negeri.

Hal tersebut terkait dengan pertanyaan yang sering disampaikan oleh supplier pemula di Javasugar.com, yaitu bagaimana cara memulai bisnis ini. Nah, berikut ini adalah tahap kedua cara menjalankan bisnis Javasugar.com, yaitu “kuasai dulu wilayah anda sebelum melakukan ekspansi”. (Tahap pertama dapat dibaca disini).

Konsep ini paling penting dalam membangun bisnis keagenan atau supplier dan memang menjadi faktor utama keberhasilan bisnis dimasa mendatang. Kalau dalam bisnis MLM (multi level marketing) asset yang dibangun adalah jaringan distributor MLM dimaksud, maka dalam bisnis menjadi supplier supermarket ini asset tersebut adalah hubungan bisnis dengan setiap supermarket dimaksud. Hubungan inilah yang dimaksud dengan “pipa-pipa” dalam bukunya Robert T Kiyosaki, yang akan mengalirkan keuntungan dalam bisnis anda.

Kalau dalam bisnis MLM asset tersebut sangat rentan hancur baik oleh persaingan antar distributor maupun persaingan perusahaan MLM-nya, maka dalam bisnis supplier ini relatif aman dari ‘gangguan’ kompetitor karena lebih ditentukan oleh konsumen. Selama hubungan produsen dengan konsumen baik, maka bisnis supplier tetap aman.

Sudah dua kali saya kehilangan asset MLM yang sebelumnya telah memberikan penghasilan sampai puluhan juta, nanum tiba-tiba saja penghasilan tersebut hilang karena perusahaan tutup dan karena kalan berkompetisi dengan perusahaan MLM lain. Sangat merepotkan dalam mengatur cashflow karena penghasilan tersebut hilangnya cukup ‘mendadak’. Atas dasar kedua hal tersebutlah saya mendirikan bisnis riil konvensional, yaitu Javasugar.com dan memperkuat jaringan dalam wilayah “kampung” saya. Memang kemarin sempat memasarkan ke Taiwan, Belanda dan Singapore tetapi belum terencana dengan matang. Nggak papa, latihan jual dalam partai lebih besar lagi…

Masih untuk pemula, tips dan trik bermain saham

sugar

Ini artikel kedua mengenai saham yang saya posting. Artikel kali ini masih dari sumber penulisan orang lain karena saya masih belum bisa membahas mengenai saham (hiks…). Langsung belajar…, yuukk maree’….

Barangkali memang sudah saatnya masyarakat kita didorong dan diencourage untuk memindahkan uangnya yang semula ditabung di bawah bantal untuk diinvestasikan supaya bisa lebih menggairahkan roda perekonomian kita. Apalagi, banyaknya sektor usaha informal yang marak belakangan ini, setidaknya menunjukkan bahwa dalam masyarakat ada arus perputaran uang yang tidak bisa dibilang sedikit.

Saham adalah salah satu produk keuangan. Kita mengenal pasar finansial yang terbagi dalam pasar modal dan pasar uang. Saham termasuk produk pasar modal yang merupakan bukti kepemilikan kita terhadap perusahaan yang menerbitkan sertifikat saham tersebut. Saham ada nilai intrinsik maupun nilai aktualnya. Untuk bertransaksi saham juga ada aturan main tersendiri. Tapi uraian tentang itu tidak akan saya jelaskan di sini karena sudah banyak tulisan yang membahas tentang itu.

Bermain saham, seperti juga wahana investasi lain atau seperti juga menjalankan usaha, ada tips dan trik yang bisa dipelajari. Kebanyakan memang menganggap saham hanya sebagai instrumen finansial yang dipelajari dan dipahami secara left-brain thinking only. Padahal, esensi utamanya bukan berada di situ.

Dan, berikut beberapa tips dan trik yang mungkin bisa Anda baca dan mungkin Anda praktekkan sendiri:

[1] Perlakukan saham sebagai human, bukan dipahami semata-mata by the book saja. Lihat juga orang-orang yang mengelolanya, pemain di belakangnya (market maker, player, follower) dan karakteritik masing-masing, baru kemudian masuk ke analisis dan tools yang digunakan.

[2] Jangan sepenuhnya percaya pada data-data keuangan, apalagi yang belum diaudit dan/atau belum disahkan oleh Bapepam. Indonesia adalah salah satu contoh emerging market, dan karakteristik utama dari pasar seperti ini adalah data yang seringkali unreliable. Jadi, tetaplah bersikap konservatif dan hati-hati.

[3] Ada baiknya Anda mulai dengan mengoleksi saham-saham blue chip yang turun harganya karena sentimen right issue. Tak apa, dalam waktu yang tidak terlalu lama, biasanya harganya segera terkoreksi dan merangkak naik. Return saham-saham blue chip biasanya average, tapi cukup layak untuk dipegang dalam jangka waktu lama.

[4] Anda juga bisa mengikuti aksi yang dilakukan para bandar. Bermainlah sedikit dengan saham gorengan. Biasanya, saham ini tidak terlalu banyak peredarannya sehingga mudah dikatrol dan dipermainkan harganya. Ciri-cirinya, volume transaksi saham ini cukup besar dan nilainya turun tapi kemudian perlahan-lahan naik. Sekali lagi, hati-hati karena trend bisa segera berbalik dengan cepat dan gunakan hanya jika ada uang berlebih.

[5] Disiplin. Tetapkan batas atas dan batas bawah. Misalnya, 33% di atas dan 5% di bawah. Taati aturan itu dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi Anda. Kalau Anda berani mengambil resiko, tidak apa-apa tanpa cut loss, kecuali 1) Anda pakai margin, 2) harga saham sudah tergolong tinggi, dan 3) ketika Anda masuk, harga atau tren berbalik arah.

[6] Tekun dan geluti secara serius. Lakukan analisis dan review portofolio secara berkala. Saya sarankan untuk memegang tidak lebih dari 9 jenis saham saja. Fokus pada maksimal 3 saham dan hold 1-2 saham untuk tetap dipegang untuk satu tahun. Kemampuan manusia terbatas, jadi baiknya jangan terlalu greedy.

[7] Belajar fundamental ekonomi global dan emiten tertentu adalah suatu keharusan. Lebih baik lagi jika Anda juga mengikuti selalu berita nasional dan mengamati korelasinya dengan gerakan di bursa.
Simak karakteristik unik bursa. Misalnya, biasanya ada kecenderungan naik sekitar April-Mei sebagai antisipasi publikasi laporan keuangan dan pembagian dividen (sell). Sebaliknya, pada bulan September-Oktober, biasanya kecenderungan turun karena sepi, tidak ada berita dan aktivitas (buy). Sementara pada akhir tahun ada kecenderungan naik, sebagai antisipasi window dressing dan menyambut january effect (sell). Pada bulan Februari-Maret, biasanya terjadi koreksi pasca window dressing dan january effect (buy). Begitu seterusnya.
Broker juga manusia. Ajak mereka makan siang dan make friendship. Lakukan saja dengan tulus. Jangan pernah mengharapkan Anda akan mendapatkan insider information dari sini. Selain tidak etis, hal itu juga melanggar hukum (ilegal).

[8] Mohon bimbingan yang di atas. Percayalah bahwa banyak variabel yang berpengaruh tetapi berada di luar kendali kita. Di situlah peran tangan Tuhan berkuasa. Dan ketika Anda mendapatkan gain, jangan lupa sumbangkan sebagian dari apa yang Anda terima dan tetaplah bersikap rendah hati. Investor besar yang saya tahu rata-rata orang yang low profile, sederhana, dan tidak suka banyak bicara.

[9] Terakhir, ada quote menarik yang saya ambil dari salah satu buku, sayang saya lupa siapa penulisnya. Bunyinya, kalau tidak salah, You have to trade what you see, not what you think. And only a detached and unemotional state of minds allows us to make our decisions objectively. See?

[10] Informasi, analisis/strategi, sikap mental dan emosi, serta luck, tetap merupakan faktor utama yang menunjang keberhasilan Anda. Tiga faktor pertama bisa Anda pelajari, namun satu faktor terakhir hanya bisa Anda dapatkan dengan mendekatkan diri dengan yang di atas.

Inilah saatnya Anda bergerak. You have to trade. You must change your self from learning to take a trade from cold blooded readiness to read on valid signal (source : moneymakergroup).

More Articles

Langkah-langkah bermain saham bagi pemula

Inilah cara berpenghasilan Rp 100 juta per bulan

Blackberry Stratus, Atlas atau Apollo?

make money with your web site