Berhematlah, atau tingkatkan pendapatan anda!
Dalam sebuah seminar mengenai kecerdasan finansial, seorang peserta bertanya sebagai berikut :
“Apa yang harus saya lakukan untuk dapat melakukan investasi apabila gaji bulanan semua habis setiap bulan, bahkan gaji baru menjadi ‘cukup’ setelah dilakukan penghematan di sana-sini”
Kontan pertanyaan ini disambut tawa hampir semua peserta seminar, meskipun sebenarnya pertanyaan tersebut justru mewakili sebagian besar peserta. Ada yang berteriak “terima kasih telah mewakili pertanyaan saya…” kontan saja peserta yang lain tertawa lagi.
Pendapatan vs Pengeluaran
Pertanyaan di atas disampaikan oelh seorang ibu paruh baya yang bekerja di Bank terbesar di negeri ini. Sebelumnya ketika ditanya, apakah ybs melakukan perencanaan dengan baik atas rekreasi rutin mingguan? Dijawab “Ya”. Ini menunjukkan bahwa ybs “cukup” dari sisi pemenuhan kebutuhan bualanan. Tetapi, untuk melakukan investasi yang sangat penting untuk hari tua ybs kok ya suah.
Apabila penghematan sudah benar-benar dilakukan dengan maksimal di semua kategori pengeluaran bulanan, maka tidak bisa tidak yang harus dilakukan oelh ibu yang seorang karyawan tersebut adalah meningkatkan pendapatan. Tetapi sebagai karyawan, apa yang bisa dilakukan oelh seorang ibu paruh baya ini? Minta kenaikan gaji? Seberapa banyak gaji dapat dinaikkan? Bisakah naik gaji 100%?
Bisnis Pribadi
Hal yang paling disyukuri adalah kesadaran si Ibu untuk melakukan investasi, meski tidak ada uang yang bisa disisihkan untuk berinvestasi pada saat ini. Tidak bisa tidak si Ibu harus mencari sumber pendapatan lain selain gaji. Pilihan satu-satunya adalah menjalankan bisnis pribadi karena tidak diketemukan potensi peningkatan pendapatan dari aktifitas menjadi karyawan. Sekali lagi, mau tidak mau harus menjalankan bisnis pribadi. Meskipun harus merintis dari awal. Kenapa? Karena pilihannya adalah sebagai berikut :
[1] Menjalani hidup dengan kualitas seperti saat ini, yaitu tanpa memiliki kemampuan untuk berinvestasi, pasa-pasan dan tidak siap menghadapi kejadian force majeur.
[2] Meningkatkan kualitas hidup, yaitu mempunyai beberapa instrumen investasi dengan pendapatan pasif income untuk kelolanggaran penggunaan uang bulanan dan persiapan kehidupan pasca menjadi karyawan.
Jadi, rumusnya sudah jelas. Meningkatkan pendapatan, atau menjatuhkan pilihan pada poin nomor satu di atas. Hidup ini memang penuh pilihan setiap hari, bahkan strategi menikmati hidup pun kudu direncanakan dan dipilih….
Berhematlah, atau tingkatkan pendapatan anda!
Sistem distribusi dalam menciptakan bisnis pribadi
Menekuni bisnis pribadi adalah pilihan terbaik bagi anda yang ingin mengumpulkan kekayaan, terutama bagi anda yang menjadi karyawan dari perusahaan orang lain.
Menjalankan bisnis pribadi memerlukan strategi tepat sehingga dapat berkembang dengan baik. Anda tidak harus selamanya didalamnya sampai anda pensiun, karena kalau demikian halnya sama saja dengan menjadi karyawan perusahaan orang lain. Ini bertentangan dengan tujuan awal anda, yaitu mengumpulkan kekayaan. Kenapa? Karena kekayaan tidak ada dalam dunia karyawan, kecuali kepuasan yang terlalu dini.
Mulailah bisnis pribadi apa saja yang anda kuasai meskipun bisnis tersebut kecil menurut anda. Selama bisnis tersebut dapat mendatangkan kekayaan, jalanilah dengan disiplin secara profesional.
Menjalankan bisnis pribadi tidak harus memiliki produk sendiri. Produk dapat saja milik orang lain asalkan anda mempunyai sistem pasar (sistem distribusi) yang dapat mengakomodasi omset besar maka pemilik produk juga akan tunduk pada sistem pasar milik anda.
Sebagai contoh, pemilik apotik di Jakarta telah menguasai sistem distribusi yang baik dengan harga murah. Sistem distribusinya menguasai beberapa apotik di kota Lampung dan beberapa kota di Indonesia sehingga omset sangat besar.
Dengan sistem distribusi yang demikian, pemilik distribusi dapat “memaksa” produsen untuk memberikan harga khusus kepada pemilik sistem distribusi tersebut. Tidak heran pemasar dari distributor lain mendapat jawaban yang “lucu” ketika menawarkan produk serupa ke apotik dimaksud.
“Saya mendapat harga lebih murah dari harga yang anda tawarkan” padahal pemasar tersebut adalah perwakilan resmi dari distributor tunggal di Jakarta.
Bangunlah sistem distribusi dalam bisnis pribadi anda yang akan menjadi asset paling berharga bagi anada.


